Banyak orang kewalahan ketika menghadapi banyak atau besarnya pekerjaan yang mesti dilakukan. Nasihat yang pernah kita dengar itu benar, lakukan satu per satu. Untuk memudahkannya, buatlah target dalam rentang waktu tertentu. Pernah mendengar teknik Pomodoro? Mungkin ini bisa membantu.

Sistem Pomodoro adalah manajemen waktu dengan membagi waktu per 25 menit untuk bekerja, dilanjutkan 5 menit istirahat. Kita sebut ini satu siklus Pomodoro. Setelah 4 siklus, istirahat dilakukan lebih panjang, 15–30 menit.

Teknik ini ditemukan pada awal 1990-an oleh penulis Francesco Cirillo. Cirrilo menamai sistem ini Pomodoro dari timer berbentuk tomat yang digunakannya untuk mengatur waktu bekerjanya ketika ia masih kuliah. Pomodoro dalam bahasa Italia berarti tomat. Sistem ini melatih otak untuk fokus pada periode pendek dan membantu kita menyelesaikan pekerjaan dalam tenggat tertentu. Pembatasan waktu juga membantu meningkatkan konsentrasi.

Secara teori, strategi ini efektif sebab kita hanya fokus pada satu pekerjaan, misalnya menulis, tanpa berganti fokus atau melakukan pekerjaan lain (multitasking). Pembatasan waktu ini melatih otak untuk mengabaikan distraksi, seperti kemendesakan mengecek surat elektronik, iseng membuka Instagram, menjawab pesan di Whatsapp, dan aktivitas pengalih lainnya. Kita sedang berada di dalam zona bekerja dan benar-benar fokus.

Jika mencoba menerapkan sistem ini, kita perlahan-lahan akan lebih mampu mengesampingkan kebiasaan multitasking dan menghindari pola pikir perfeksionis untuk terus-terusan memperbaiki pekerjaan, yang kerap berakhir dengan molornya waktu penyelesaian. Selain itu, dengan berfokus hanya pada satu pekerjaan di waktu tertentu, level stres menurun karena pikiran kita memilah-milah hal untuk dipikirkan atau dikhawatirkan.

Dalam tahap yang lebih runut, ini yang perlu Anda lakukan jika ingin mencoba mempraktikkan teknik Pomodoro.

1. Pilih suatu pekerjaan untuk diselesaikan

Teknik ini kerap membantu para pekerja kreatif atau orang yang memproduksi sesuatu untuk diperiksa oleh orang lain. Katakanlah Anda editor atau penulis. Dalam 25 menit pertama, tentukan target, misalnya menyelesaikan suntingan dua halaman atau melakukan riset fakta tentang topik yang akan Anda tulis.

2. Atur timer selama 25 menit

Paling mudah dengan pengatur waktu di ponsel. Jika sudah merasa cocok dengan metode ini, Anda bisa memasang aplikasi timer untuk teknik Pomodoro, seperti Focus Keeper, Flat Tomato, atau Pomodoro Focus Timer. Ada pula yang berbasis situs web, seperti Tomato-timer.com.

3. Bekerjalah sampai 25 menit habis

Distraksi bisa jadi tantangan pada zona bekerja Anda. Namun, jika merespons distraksi itu bisa ditunda, lebih baik tundalah. Misalnya, ada orang lain di kantor yang mengajak Anda bicara, tawarlah apa bisa misalnya 10 menit lagi (atau di waktu istirahat Anda dalam siklus Pomodoro). Jika distraksi itu begitu banyak tetapi bisa ditunda, catatlah apa saja yang harus Anda lakukan ketika selesai berkonsentrasi bekerja.

4. Ambil jeda

Foto-foto: Shutterstock.com

Lima menit istirahat setelah satu interval Pomodoro sangat penting. Inilah waktu bagi otak untuk relaksasi dan mengumpulkan kembali energi untuk pekerjaan berikutnya. Di waktu istirahat, lakukanlah pekerjaan singkat yang tertunda selama Anda fokus di 25 menit sebelumnya. Bisa juga melakukan peregangan sederhana, makan snack, ke toilet, atau membuat secangkir teh.

5. Istirahat lebih lama

Setelah menyelesaikan empat interval Pomodoro, beristirahatlah lebih lama, 15–30 menit. Lakukan olahraga atau apa pun yang bisa menyegarkan pikiran, termasuk menonton film pendek misalnya. Ritme ini penting; relaksasi juga menjaga produktivitas kita.

Yang perlu jadi catatan, masing-masing orang punya cara ideal untuk bekerja. Namun, jika Anda memerlukan satu cara sistematis untuk menuntaskan pekerjaan harian, teknik Pomodoro mungkin akan membantu.

Leave a Response