Salah satu perlengkapan wajib bagi pengendara kendaraan roda dua di musim hujan adalah jas hujan. Di masa kini, desainnya tersedia beragam rupa. Banyak juga pedagang asongan maupun pelapak kaki lima yang menawarkan jas hujan sekali pakai. Harganya cukup terjangkau, Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

Bahan jas hujan biasanya berupa karet atau plastik. Masing-masing bahan punya kelebihan. Yang berbahan karet tentu lebih awet karena tidak mudah robek. Selain itu, juga lebih optimal melindungi tubuh kita dari paparan hujan.

Sedangkan jas hujan dari plastik, bobotnya jauh lebih ringan dibanding yang berbahan karet. Model seperti ini juga mudah disimpan di bawah jok sepeda motor. Namun, bahan plastik mudah robek sehingga kurang maksimal melindungi pemakaian dari guyuran hujan.

Apapun bahan dan modelnya, jas hujan sangat berguna di saat musim hujan. Bahkan pejalan kaki pun sering memerlukannya, semisal saat berjalan dari stasiun menuju kantor.

Nah, agar perlengkapan musim hujan ini lebih awet perlu dirawat dengan benar. Berikut ini beberapa caranya, diolah dari beberapa sumber.

Segera bersihkan

Setelah tiba di tujuan, segera bersihkan dengan air bersih jas hujan yang baru saja dipakai. Air hujan dan cipratan lumpur atau tanah bisa membuat penampilannya terlihat kotor dan kusam.

Lap bersih

Untuk yang berbahan plastik perlu berhati-hati saat membersihkannya agar tidak robek. Setelah dicuci dengan air bersih segera lap dengan kain kering atau bisa juga menggunakan kanebo. Sedangkan yang berbahan karet, cukup dilap dengan kanebo yang dibasahi dengan air bersih.

Gunakan sabun

Jika noda atau kotoran membandel, bisa dibersihkan dengan sabun mandi atau sabun cuci piring. Jika dibersihkan dengan deterjen, gunakan yang cair karena tekstur jas hujan biasanya halus. Cukup gosokkan sabun pelan-pelan agar tak merusak permukaan jas.

Lemon jika berjamur

Jamur juga bisa tumbuh di permukaan jas hujan. Untuk membersihkannya bisa menggunakan jeruk lemon. Keasaman lemon bisa membantu merontokkan jamur dan aman untuk bahan karet maupun plastik. Ekstrak jeruk lemon bisa juga digunakan. Bahan ini banyak tersedia di toko bahan roti dengan sebutan sitrun.

Diangin-anginkan

Setelah dicuci bersih, keringkan menggunakan kain bersih lalu jemur dengan cara diangin-anginkan. Sebaiknya jangan menjemur langsung di bawah sinar matahari karena bisa membuat bahan jas menjadi getas.

Lipat saat kering

Jika telah kering, lipat dengan rapi dan masukkan kembali ke wadahnya jika tersedia. Bila ingin menyimpan di bawah jok atau bagasi sepeda motor, pastikan area ini dalam keadaan kering. Jangan melipatnya dalam keadaan basah karena akan lengket dan berbau tidak sedap.

Nah, itu tadi cara merawat jas hujan setelah dipakai. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kenakan jas hujan dengan benar. Jangan sampai bagian bawahnya masuk ke jeruji roda karena akan sangat membahayakan. [*]

Baca juga : 5 Tips Tingkatkan Efisiensi Bahan Bakar Mobil Hybrid