Produsen otomotif tengah berlomba menciptakan inovasi kendaraan ramah lingkungan, di antaranya dengan menciptakan mobil bertenaga listrik. IIMS Hybrid 2021 di JIExpo Kemayoran yang digelar pada 15–25 April 2021 menjadi salah satu ajang unjuk gigi inovasi tersebut.

Namun, saat melihat produk-produk modern itu terpajang rapi di ruang pamer, kita acap kali dipusingkan dengan istilah EV, PHEV, ataupun hybrid. Apa perbedaan ketiganya dalam perkembangan kendaraan ramah lingkungan yang kini sedang naik daun? Inilah penjelasan tentang ketiga istilah tersebut.

Electric vehicle

Mobil listrik atau sering disebut electric vehicle (EV) merupakan kendaraan yang diaktifkan hanya dengan mengandalkan tenaga listrik yang tersimpan di dalam baterai terpasang.

Mobil listrik ini tidak mempunyai rangkaian mesin bensin ataupun diesel serta tidak menggunakan bahan bakar bensin ataupun solar. Itulah sebabnya, banyak orang menyebutnya dengan battery electric vehicle (BEV).

Dengan tidak digunakannya bahan bakar minyak, mobil ini memiliki nol emisi. Pengoperasiannya terbilang mudah. Selain itu, suaranya pun cenderung senyap.

Namun, pengguna mobil listrik ini harus memperhitungkan secara cermat kapasitas dan kemampuan baterai untuk menghindari kehabisan daya saat di perjalanan. Selain itu, harus mengetahui tempat-tempat atau stasiun pengisian baterai.

Bila dihitung, ongkos perjalanan menggunakan mobil ini lebih murah jika dibandingkan mobil berbahan bakar minyak. Selain itu, pemerintah memberikan insentif, baik fiskal maupun nonfiskal bagi mobil listrik ini. Meski demikian, hingga saat ini, mobil listrik umumnya dibanderol dengan harga jauh lebih mahal dibandingkan mobil berbahan bakar minyak.

Tesla Model 3, Toyota C+Pod, Toyota COMS, Renault Zoe, dan DFSK Gelora E merupakan sejumlah mobil listrik (EV) yang dapat dilihat di IIMS Hybrid 2021 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Toyota turut meramaikan IIMS Hybrid 2021 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, dengan menampilkan salah satu mobil listriknya, Toyota C+Pod. Mobil mungil yang sepenuhnya menggunakan tenaga dari baterai ini sudah banyak digunakan di kawasan Nusa Dua Bali dan sekitarnya.

PHEV

Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) merupakan mobil yang menggunakan baterai sebagai salah satu sumber tenaganya. Namun, biasanya baterai yang digunakan memiliki kapasitas lebih kecil jika dibandingkan dengan mobil listrik (EV). Artinya, mobil jenis ini juga memiliki jangkauan lebih dekat dibandingkan EV.

Namun, mobil ini juga memiliki keunggulan yang tidak terdapat pada mobil jenis EV. Selain menggunakan baterai sebagai sumber daya, PHEV disokong oleh mesin konvensional yang bekerja ketika baterai habis, sekaligus melakukan pengisian baterai secara otomatis. Pada kondisi tertentu, kedua sumber tenaga tersebut dapat berfungsi secara bersamaan sehingga tenaga yang dihasilkan menjadi lebih besar.

Meski dapat diisi secara otomatis dengan menggunakan tenaga mesin yang sedang berjalan, baterai akan menyimpan tenaga listrik secara maksimal apabila menggunakan charger atau melalui stasiun pengisian baterai.

Besarnya ongkos perjalanan dengan mobil jenis ini tentu tergantung bagaimana mengoperasikannya, serta bagaimana kondisi komponen penting lainnya seperti baterai. Jika baterai tidak terawat dan penggunaan mesin pembakaran lebih sering terjadi, biaya pengeluaran tentu menjadi besar.

Mobil jenis PHEV biasanya dijual relatif lebih murah dibandingkan EV, tetapi masih lebih mahal dibandingkan mobil bensin atau diesel. Beberapa contoh mobil jenis ini, di antaranya Toyota Prius PHEV dan CR-V PHEV, dan Mitsubishi Outlander PHEV.

Hybrid

Hampir sama dengan PHEV, kendaraan listrik hibrida (hybrid electric vehicle/HEV) memiliki baterai, motor listrik, dan mesin pembakaran. Perbedaannya, pada mobil hibrida kita tidak dapat melakukan pengisian baterai dengan cara mencolokkan charger ke sumber listrik atau stasiun pengisian baterai.

Dengan kata lain, mobil jenis ini merupakan kendaraan dengan mesin konvensional yang dilengkapi motor listrik sebagai sumber tenaga tambahan dengan mengambil sumber listrik dari baterai. HEV juga disebut-sebut sebagai kendaraan bertenaga listrik ramah lingkungan pertama yang sukses pada era modern.

Pada mobil hibrida, daya baterai dapat diisi saat mobil berjalan. Ini terjadi dengan pola mendaur ulang energi, terutama melalui sistem pengereman atau yang dikenal dengan sistem pengereman regeneratif.

Dengan sistem tersebut, tentu, pengemudi tidak harus mencari stasiun pengisian baterai kendaraan untuk mengisi daya listrik. Mesin pembakaran pun akan beroperasi lebih teratur.

Apabila dibandingkan dengan mobil elektrik (EV), biaya perawatan mobil hibrida relatif lebih tinggi. Hal ini karena pada mobil hibrida membutuhkan perawatan pada mesin pembakaran seperti penggantian pelumas mesin, transmisi, dan lainnya.

Selain itu, bila dibandingkan dengan mobil jenis PHEV, mobil hibrida dijual dengan harga relatif lebih murah. Beberapa mobil hibrida di antaranya Toyota C-HR Hybrid, Camry Hybrid, City Hybrid, dan Odyssey Hybrid.