Sebuah platform akan memengaruhi hasil karya kreatornya. Kemampuan untuk adaptasi inilah yang kemudian bisa melahirkan berbagai identitas atau alter-ego bagi seorang kreator.

Alfi Prakoso termasuk salah seorang fotografer yang sudah mendapatkan “kemapanan” di dunia fotografi, terutama fotografi panggung. Berangkat dari hobi untuk mendokumentasikan band yang berada di lingkar sosialnya, karier Alfi kemudian makin tertata di seputar sorot lampu dan panggung musik.

“Semakin lama, banyak tawaran dari berbagai media untuk memfoto konser,” kata Alfi yang kini juga menjadi produser konten. “Ini jadi gerbang saya untuk menjadikan fotografi sebagai sumber penghidupan sekaligus arena berkarya.”

Dari panggung ke panggung, identitasnya sebagai fotografer mulai terasah. Ia makin mampu untuk menemukan titik yang menjadi ciri khasnya. Namun, fotografi panggung saja tidak cukup untuk mengukung eksplorasi Alfi.

Di platform atau proyek berbeda, ia bisa berubah identitas. Asam garam mencoba berbagai medium, format, dan platform yang berbeda sejak SMA menempanya untuk bereksplorasi. Termasuk ketika platform NFT “menemukannya”.

“Saya kenal NFT sudah dari 2019, tetapi baru di 2021 saya mencoba melalui platform Hic et Nun (HEN),” kenang Alfi. Itupun juga dimulai dengan menjadi kreator di seni trimatra. Ia baru menekuni fotografi di skena NFT pada bulan April tahun ini.

NFT

Ketika berada di platform NFT, Alfi mengaku menjelajah dengan mengambil identitas yang berbeda dari sosok fotografer panggung. “Di ranah NFT, saya lebih banyak bercerita mengenai memori lama,” kata jebolan pendidikan jurnalistik ini.

Tak hanya identitas baru, perkenalan dengan skena NFT juga membawa “karier” baru dengan adanya pemasukan dari karya-karyanya di ekosistem ini. Tetapi, menurut Alfi, yang lebih penting di skena ini adalah ekosistem kreator yang bisa sangat bermanfaat mendukung profesinya.

“Relasi dan elemen pendukung di ekosistem NFT sangat berguna dari membantu publikasi hingga memberikan peluang pekerjaan baru,” tegas Alfi.

“Awalnya tidak akan mudah, tetapi kalau kita konsisten dan rajin eksplorasi, semua akan terbayar.”

 

Nama:

Alfi Muhammad Prakoso

 

Tempat, Tanggal Lahir:

Bandung, 9 April 1994

 

Pendidikan:

S-1 Jurnalistik, Universitas Padjadjaran

 

Tautan Portofolio:
https://linktr.ee/alfiprakoso