Di sebuah rumah di Kabupaten Bandung, pada hari Minggu pagi Risa membantu ibunya merapikan rumah. Ia menyapu dan mengepel seluruh ruangan di rumahnya dengan riang gembira. Hitung-hitung olahraga, sekaligus meringankan beban ibu, batinnya. Jadi, meskipun hanya boleh beraktivitas di rumah saja, badan Risa tetap sehat dan bugar.

Saat merapikan dapur, Risa melihat tumpukan kaleng kosong beraneka warna di sudut ruangan. Tempo hari, ibu memang membeli beberapa macam biskuit dan wafer. Risa berpikir, sayang sekali kalau kaleng-kaleng bekas itu dibuang begitu saja. Beberapa saat Risa terdiam. Ia berusaha mengingat pelajaran Seni Budaya dan Prakarya yang pernah diajarkan Bu Guru di sekolah, yaitu membuat pot tanaman dari kaleng bekas.

“Risa, kok malah melamun. Kalau begitu, bagaimana pekerjaannya mau beres,” tegur ibu.

“Risa bukan lagi melamun, Bu,” ucap Risa. Ia kemudian menjelaskan niatnya untuk memanfaatkan kaleng-kaleng bekas itu.

“Wah… ide bagus itu, Nak. Selain mengurangi sampah, kita juga bisa punya pot-pot baru untuk diletakkan di taman komplek perumahan,” terang ibu. “Kalau begitu, cepat bereskan dahulu pekerjaanmu. Habis itu, nanti kita buat potnya bareng-bareng.”

Setelah menyelesaikan pekerjaan membersihkan rumah, Risa dengan dibantu ibunya lalu mulai membuat pot dari kaleng bekas. Mula-mula, kaleng bekas tersebut dibersihkan. Kemudian, Risa membuat beberapa lubang kecil di bagian bawah kaleng menggunakan paku. Lubang itu digunakan sebagai tempat pembuangan kelebihan air ketika nanti tanaman disiram.

“Hati-hati, Sayang. Jangan sampai kena tangan,” nasihat ibu. Risa mengangguk.

Setelah semua kaleng dilubangi, Risa dan ibu kemudian mulai menghias permukaan kaleng-kaleng itu dengan cat beraneka warna. Saat belajar di sekolah dulu, kegiatan itu yang paling disukai Risa dan teman-temannya. Karena bisa menghias pot sesuai warna favorit mereka. Kalau Risa suka sekali warna merah muda.

Satu jam kemudian, semua kaleng sudah selesai dihias. Risa melompat kegirangan melihat pot-pot cantik beraneka warna di hadapannya. Pot-pot itu lalu dijemur terlebih dahulu, sebelum siap digunakan. Rencananya, ibu dan Risa akan menanam macam-macam tanaman obat seperti jahe, kunyit, kumis kucing, dan lain-lain.

Berkali-kali Risa membolak-balik pot-pot kaleng bekas yang sedang dijemur. Ia sudah tak sabar ingin segera mengisi pot-pot itu dan melihat aneka tanaman tumbuh subur di dalamnya. Risa membayangkan taman komplek perumahan akan semakin cantik dan asri dengan adanya pot-pot buatannya itu. Semua warga akan senang menikmati keindahannya.*

logo baru nusantara bertutur

Oleh Tim Nusantara Bertutur
Penulis: Teni Ganjar Badruzzaman
Pendongeng: Kang Acep (Youtube: Acep Yonny)
Ilustrasi: Regina Primalita