Bertahan hidup adalah naluri alamiah manusia. Segala upaya akan dilakukan, bahkan dalam kondisi-kondisi yang nyaris mustahil. Itulah yang hendak dikisahkan film bertajuk Horizon Line ini.

Dikisahkan, Sara (Allison Williams) sedang berada di Mauritius, negara kepulauan di tengah Samudra Hindia, untuk mengikuti pernikahan sahabat karibnya. Pernikahan itu rencananya diselenggarakan di pulau kecil Rodrigues, sekitar hampir 600 kilometer di timur Mauritius.

Seharusnya Sara berangkat bersama teman-temannya. Namun, ia bertemu seseorang dari masa lalunya, Jackson (Alexander Dreymon). Tahun sebelumnya, Sara pergi begitu saja meninggalkan Jackson. Kali ini, ia mencoba berbaikan.

Akibat bersama Jackson, Sara ditinggalkan teman-temannya yang berangkat duluan. Ia mencari tumpangan pesawat carter yang dipiloti Freddy (Keith David). Jackson juga ternyata menumpang pesawat yang sama. Maka, mereka bertiga terbang menuju Rodrigues.

horizon

Tanpa diduga, tak lama setelah mengudara, Freddy mengalami serangan jantung dan akhirnya meninggal. Sara dan Jackson ditinggal tanpa pilot dan harus menemukan cara agar dapat selamat. Berhasilkah mereka?

Drama di udara

Jika kisah manusia yang bertahan hidup di darat atau laut sudah cukup membuat pusing kepala, Horizon Line menawarkan drama yang lebih menegangkan lagi. Namun, penyusun skenario harus jeli membuat cerita yang masuk akal.

Dalam kondisi pesawat terbang tanpa pilot, hampir bisa dipastikan akan jatuh dalam waktu singkat. Ternyata, entah bagaimana caranya dan hingga semahir apa, Sara pernah belajar menerbangkan pesawat.

Tidak jelas benar, apakah menerbangkan pesawat mirip dengan mengemudikan mobil, sehingga seseorang dapat belajar dengan coba-coba begitu saja.

Demikian pula semudah itu Freddy langsung tewas akibat serangan jantung. Tapi itulah situasi yang dikehendaki pencerita bahwa ada sepasang kekasih “terjebak” di udara dalam situasi hidup atau mati.

Mereka harus berhadapan dengan masalah-masalah teknis, seperti bagaimana mengemudikan pesawat, menentukan arah terbang, dan mengelola penggunaan bahan bakar di tengah samudra luas. Tentang yang terakhir, menjadi masuk akal mengapa lokasi yang dipilih adalah Mauritius, yang memang terletak di tengah lautan lepas, jauh dari mana-mana.

 

pesawat

Drama muncul ketika harus melewati awan badai yang mengerikan. Belum lagi ketika mengetahui bahan bakar menipis, sementara lokasi yang dituju tak diketahui. Menjadi menarik menyimak bagaimana Sara dan Jackson mencoba berbagai, termasuk yang nyaris tidak masuk akal. Bagaimana pun mencoba sesuatu yang nyaris tidak masuk akal masih “lebih masuk akal” ketimbang diam saja menghadapi maut yang mendekat.

Terlepas dari sejumlah hal yang sulit diterima akal, Horizon Line menawarkan kisah bertahan hidup yang menarik dan menantang. Hanya saja, pasang-surut emosi antara Sara dan Jackson terasa kurang mendalam. Padahal, mereka sempat menjalani hubungan romantis yang intim.

Sebagian besar adegan terjadi di dalam kokpit dan kabin pesawat yang mungil dan sudah renta. Namun, Horizon Line juga menghadirkan sudut-sudut pengambilan gambar yang menawan saat menembus awan atau bermanuver di atas laut.

Horizon Line menjadi salah satu pilihan menarik di genre ini. Film ini dapat disimak di layar lebar Tanah Air.

Jenis Film:
Aksi, Drama, Petualangan

Sutradara:
Mikael Marcimain

Skenario:
Josh Campbell, Matt Stuecken

Produser:
Jaume Collet-Serra, John Friedberg, Peter Garde, Tim King, Juan Solá, Fredrik Warstedt, Fredrik, Wikström

Pemeran:
Allison Williams, Alexander Dreymon, Keith David, Pearl Mackie, Jumayn Hunter, Privilege Magezi, Stephano Honore, Brendon Pirogue, Christian Louis

Durasi:
91 Menit

Rilisan:
Swedia

Tayang perdana:
Desember 2022

Review overview

Overall7

Summary

7Kisah tentang sepasang kekasih yang terjebak dalam pesawat terbang tanpa pilot dan harus berjuang untuk bertahan hidup.