Tahun ini, Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret mengambil tema “Valuing Water”. Tema ini berangkat dari kesadaran akan kian langkanya air bersih dan urgensi untuk menjaga kelestariannya.

Air punya peran multidimensional. Bukan hanya untuk konsumsi, air punya peran dalam bidang kesehatan, ekonomi, sosial, dan ekologis.

Meski peran air begitu penting dan pasokannya kian terbatas, kita sering menyia-nyiakannya. The World Economic Forum memprediksi, jika pola konsumsi air kita tak berubah secara drastis, pada 2030 akan terjadi kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan air bersih sampai dengan 40 persen. Artinya, air bersih yang tersedia hanya akan mampu mencukupi 60 persen dari total kebutuhan kita.

Di level individual, tindakan-tindakan kecil untuk menghemat dan mengefisienkan penggunaan air akan sangat membantu menjaga pasokan air. Coba ingat-ingat, seberapa sering kita mandi menggunakan air lebih dari yang dibutuhkan atau membiarkan keran menyala sambil menaruh piring yang baru selesai dicuci di rak? Di rumah, adakah pipa yang bocor dan airnya kita biarkan terus-terusan merembes?

Hal-hal kecil ini tanpa disadari telah membuang-buang air dalam jumlah besar. Bayangkan, di Inggris saja, apabila orang menutup keran selama menyikat gigi, dalam setahun ada sebanyak 180 juta liter air yang dapat dihemat.

Nah, mulai sekarang, ingat-ingat untuk gunakan air seperlunya, ya! Hari Air Sedunia memang setahun sekali, tetapi hemat air harus setiap hari.

 

Baca juga:

Sejarah Hari Air Sedunia, Bermula dari Kesadaran tentang Ancaman Krisis Air

3 Cara Mudah Menghemat Pemakaian Air di Rumah

5 Tips Menggunakan Gawai dengan Lebih Ramah Lingkungan

Infografik Hari Air Sedunia