Para penjaga galaksi kembali beraksi. Setelah sekian lama bersama, hubungan di antara mereka kian solid dan bahkan rela menempuh risiko tinggi demi membela rekannya. Kali ini, mereka menjalani misi yang amat menguras emosi.

Film dibuka dengan suasana markas para penjaga galaksi di Knowhere. Sang komandan Peter Quill alias Star-Lord (Chris Pratt) masih diliputi duka akibat kehilangan Gamora (Zoe Saldana) pada episode terdahulu. Tanpa disangka-sangka, muncul sosok tak dikenal yang tanpa ampun mengobrak-abrik markas.

Ternyata yang menjadi sasaran serangan adalah Rocket (Bradley Cooper). Beruntung Nebula (Karen Gillan) mampu melukai si penyerang sehingga ia minggat. Namun, Rocket terluka parah.

Saat hendak diobati, baru diketahui bahwa tubuh Rocket yang merupakan hasil rekayasa genetik dari seekor rakun memiliki mekanisme pengaman. Hal itu membuatnya tidak dapat langsung diobati karena akan mengaktifkan mekanisme pengaman yang justru dapat membunuhnya. Mau tidak mau, terlebih dahulu harus ditemukan cara untuk menonaktifkan mekanisme pengaman tersebut.

guardians

Para penjaga galaksi harus menelusuri kembali masa lalu Rocket dan berhadapan dengan High Evolutionary (Chukwudi Iwuji), saintis ambisius yang ingin menciptakan kehidupan yang sempurna. Dalam misi tersebut, para penjaga galaksi harus meminta bala bantuan yang tidak diduga oleh Peter.

Menguras emosi

Sebagai bagian dari semesta para pahlawan super Marvel, nyatanya sekuel Guardians of the Galaxy kali ini bukanlah terutama berkisah tentang aksi kepahlawanan. Memang, adegan-adegan laga khas pahlawan super tetap tersaji, walau porsinya tak terlalu dominan.

Selain Star-Lord sebagai pemimpin yang tangguh, aksi-aksi para penjaga galaksi terutama dimotori Nebula, yang mantan Avenger dan dilatih khusus oleh Thanos. Selain itu, makhluk setengah pohon Groot (Vin Diesel) juga tampil mumpuni dengan fleksibel mengubah-ubah diri sesuai situasi. Akan tetapi, yang lebih mengemuka di luar aksi adalah kisah kesetiakawanan antaranggota penjaga galaksi.

Masing-masing anggota memiliki latar belakang dan kisah yang berbeda. Tergabungnya mereka sebagai satu tim dan terlibat dalam sejumlah misi yang mempertaruhkan nyawa membuat ikatan di antara mereka terjalin amat kuat.

Meski dari luar tampak gagah perkasa, nyatanya di dalam dirinya mereka amat sensitif. Hal itu antara lain karena mereka ditempa pengalaman pahit dan keras. Seperti kisah Rocket yang selalu menolak disebut sebagai rakun, karena ia seperti ingin melupakan masa lalunya yang kelam.

guardians

Apa yang dialami Rocket membuat kita merenungkan kembali semua upaya rekayasa genetik dari sudut pandang berbeda. Sebagai pelaku rekayasa mungkin lebih memikirkan hasil, namun dari sudut pandang subyek yang menjadi sasaran rekayasa, situasinya amat jauh berbeda. Keberhasilan atau kegagalan proses adalah hal yang wajar bagi pelaku, namun itu adalah persoalan hidup-mati dan nasib subyek rekayasa.

Penulis kisah merangkap sutradara James Gunn cukup piawai meracik cerita yang tidak hanya seru dan memikat, tetapi juga amat menguras emosi. Ada sejumlah bagian yang amat menyentuh tanpa harus menjadi cengeng.

Pada akhirnya, pahlawan terutama bukan dinilai dari kejagoan atau ketangguhannya. Para penjaga galaksi memberikan pesan kuat tentang kesetiakawanan dan semangat rela berkorban. Dan, yang terutama tentu saja bahwa meski masing-masing memiliki keunggulan, tetapi mereka akan menjadi lebih kuat ketika bekerja sama sebagai tim.

Guardians of the Galaxy Vol 3 sedang diputar di layar lebar Tanah Air. Anda dapat menontonnya sekarang.

Jenis Film:
Aksi, Petualangan, Komedi

Sutradara:
James Gunn

Skenario:
James Gunn

Produser:
Kevin Feige

Pemeran:
Chris Pratt, Zoe Saldana, Dave Bautista, Vin Diesel, Bradley Cooper, Karen Gillan, Pom Klementieff, Elizabeth Debicki, Sean Gunn, Sylvester Stallone, Will Poulter

Durasi:
150 Menit

Rilisan:
AS

Tayang perdana:
3 Mei 2023

Review overview

Overall8

Summary

8Guardians of the Galaxy Vol 3 kembali menjalani misi yang berhubungan dengan masa lalu kelam sehingga menguras emosi tanpa melupakan aksi.