Dengan teknik yang tepat dan kreatif, sabun rumahan tak kalah wangi serta dapat dibentuk. Dengan kemasan yang juga tak kalah menarik, sabun rumahan kini sering dijadikan sebagai hadiah atau buah tangan. Dua homemade soaper berikut ini siapa tahu bisa menjadi “pemancing” inspirasi bagi Anda yang tertarik untuk membuat sabun sendiri di rumah.

Moloka Farm Living

Moloka Farm Living dimiliki oleh seorang pengrajin sabun asal Parung, Kabupaten Bogor, Esterlyta (Lyta) Panjaitan. Lyta mulai memproduksi sabun sendiri kira-kira semenjak lima tahun lalu. Moloka merupakan Bahasa Rusia yang artinya susu. Ia memilih nama ini lantaran sabun buatannya mengandung susu kambing.

Bukan hanya membuat, kini Lyta pun sering membagikan teknik dan cara yang ia gunakan selama ini untuk membuat sabun. Salah satu rahasia dari sabun-sabun buatannya adalah minyak. Ada berbagai jenis minyak yang bisa dijadikan bahan baku.  Selain itu, ada beberapa pewarna alami yang bisa digunakan, seperti kopi, raw cacao, activated charcoal, kunyit, wortel, dan seledri.

Ada juga pewarna dari mineral atau mika. Sementara untuk pewangi, Lyta lebih sering menggunakan essential oil dari tumbuhan lokal. Andalannya adalah ekstrak daun nilam atau yang akrab disebut patchouli oil. Patchouli oil ini memiliki aroma kaya rempah dengan berbagai khasiat, seperti relaksasi dan bagus untuk mengobati alergi kulit. Tapi tak jarang juga Lyta menggunakan essential oil lain seperti kenanga dan sereh.

Artesana Soap

Berawal dari keinginan membuat sabun alami untuk diri sendiri, Nina Widjaja saat ini menekuni bisnis Artesana Soap yang tidak menggunakan deterjen, paraben, minyak kelapa sawit, dan bahan kimia sintetis.

Kesadaran untuk hidup lebih sehat sejak 2010 mengantarkan Nina Widjaja memproduksi sabun sendiri dari bahan-bahan alami. Ide untuk hidup lebih sehat tercetus ketika Nina mencari tahu dampak penggunaan bahan-bahan kimia yang terdapat dalam produk yang dikonsumsi sehari-hari.

Ada empat jenis sabun yang dijual, yakni honey oatmeal, medicinal teatree, soothing aloe, dan laundry soapHoney oatmeal dan soothing aloe dijual seharga Rp 40 ribu, medicinal teatree dihargai Rp 50 ribu, dan laundry soap dipatok dengan harga Rp 10 ribu. Sabun akan diberi potongan harga sepuluh persen jika membeli tanpa kemasan. Menurutnya, ini sebagai bentuk ajakan supaya menggunakan wadah atau kantong sendiri saat belanja.

Sabun Artesana bisa bertahan hingga satu tahun, bahkan lebih. Hanya, wanginya mulai berkurang. Supaya tahan lama sabun harus disimpan di tempat yang kering dan jauh dari sinar matahari. [*/ACH]

 

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 17 Oktober 2017