Belaian seorang Ibu kepada anaknya tak hanya menghadirkan kedamaian, tetapi menjadi salah satu pembelajaran tidak langsung terhadap nilai-nilai kasih sayang. Sentuhan lembut seorang ibu juga mampu mendorong mental anak menjadi lebih matang. Di momen Valentine, berikut hal yang bisa dilakukan Ibu untuk mencurahkan kasih sayang ke anak.

Tak terlalu sulit mengajarkan nilai-nilai kasih sayang kepada si kecil, salah satunya dengan cara memeluknya dengan penuh kelembutan. Peluklah buah hati Anda sebelum pergi ke kantor atau bepergian ke suatu tempat. Pelukan hangat yang Anda berikan sudah barang tentu bisa mendatangkan ketenteraman dan kasih sayang yang membuatnya lebih percaya diri.

Tidaklah berlebihan apabila sebelum berangkat beraktivitas atau sepulang kantor, si kecil seolah menagih ciuman atau pelukan hangat. Meski demikian, Anda juga perlu bijak kapan saat yang tepat memberikan ciuman atau mengungkapkan rasa sayang tersebut.

Sebisa mungkin hindari memberikan ciuman kepada anak apabila ia melakukan kesalahan atau tindakan merugikan orang lain, kecuali jika ia telah mengakui dan menyesali kesalahannya. Ini akan membuat anak semakin mengerti terhadap tindakan yang baik maupun yang tidak terpuji.

Selain memeluk dan mencium dengan tulus, membelai merupakan perwujudan rasa cinta dan sayang yang meningkatkan rasa aman dan empati sang buah hati. Jangan ragu untuk membelai kepalanya dengan lembut. Saat dirinya tengah takut, sedih, atau kesal, belaian kasih akan membuatnya tegar dan tenang.

Kecerdasan

Memberikan perhatian lebih juga bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak, contoh saat menggandengnya ketika menyusuri atau menyeberang jalan. Dengan cara itu, ia akan merasa tenang dan nyaman bepergian keluar rumah. Secara tidak sadar, otaknya akan merekam betapa pentingnya kehadiran seseorang ketika ia sedang berjalan.

Jangan sungkan untuk berkata “Mama sayang kamu” atau “Mama bangga sama kamu”. Meski sederhana, kalimat ini memberikan makna luar biasa bagi putra dan putri Anda. Ia akan semakin mengerti nilai kasih sayang yang ditanamkan pada dirinya.

Seiring waktu, kebiasaan kita mengungkapkan rasa sayang tersebut akan ditularkan anak kepada orang lain yang ia sayangi. Pujian yang tulus juga dapat memompa semangat anak dalam melakukan hal-hal positif.

Namun kita juga harus tetap “berhati-hati” dalam memuji anak. Terlalu banyak pujian dapat membuat anak menjadi ketergantungan pujian. Imbasnya, saat si anak harus menyelesaikan sebuah tugas, ia akan menuntut banyak penghargaan. Bahkan sebuah penelitian mengungkapkan bawah siswa yang dimanja dengan pujian berlebih akan menjadi individu yang kurang tangguh.

Cobalah fokus terhadap karakter atau sifat anak. Berikan pujian seputar karakter agar ia bisa bersikap positif terhadap orang lain. Ajarkan pula tentang nilai-nilai tanggung jawab, kebaikan, serta rasa hormat kepada sesama. [BYU]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 1 Juli 2017