Rumput tetangga seolah selalu lebih baik dibandingkan rumput di taman sendiri. Begitulah kira-kira sebagian besar orang memiliki anggapan. Termasuk dalam hal finansial. Padahal, tak selalu penghasilan berbanding lurus dengan kesejahteraan finansial.

Banyak kasus terjadi, suami dengan penghasilan yang terbilang besar tidak memiliki investasi atau tabungan berlebih. Sementara itu, mereka yang memiliki gaji standar dengan tanggungan keluarga yang sama bisa memiliki investasi dan tabungan plus sesekali berlibur ke luar negeri. Bagaimana bisa?

Semua itu bisa saja terjadi jika cerdas dalam mengelola keuangan rumah tangga. Lalu apa yang harus dilakukan agar keuangan keluarga tidak sekadar “sehat”, tetapi juga bisa memberikan keleluasaan pada masa mendatang? Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi finansial.

Tentukan target 

Foto-foto: shutterstock.com

Dalam mengelola keuangan rumah tangga, ada baiknya pasangan suami istri memiliki target yang ingin dicapai. Untuk pasangan yang baru menikah, misalnya, target utama tentunya adalah memiliki rumah tinggal atau kendaraan pribadi. Bagi yang sudah memiliki buah hati, target berlibur bersama keluarga ke luar negeri tentunya menjadi impian.

Setelah menentukan target, tentukan pula seberapa besar uang yang harus ditabung setiap bulannya agar target tercapai. Berbekal ini, anggaran belanja pun bisa dibuat. Ingat, tabungan adalah hal pertama yang harus disisihkan, baru setelah itu sisanya dapat dibelanjakan. Dalam membuat anggaran belanja pun, ada baiknya Anda membuat skala prioritas. Bayar semua tagihan pada awal bulan, baru setelah itu membelanjakan untuk keperluan harian. Jangan lakukan secara terbalik.

Manjakan diri sesekali, bukan setiap kali

Berlakulah disiplin pada anggaran yang telah ditetapkan. Jangan coba-coba melanggarnya. Memasak sendiri di rumah bisa menjadi solusi jitu jika Anda ingin menabung lebih banyak. Bahkan, bila perlu, suami dan istri yang bekerja bisa membawa bekal makan siang dari rumah. Dengan begitu, ada banyak uang belanja yang bisa dihemat. Memanjakan diri sesekali di akhir minggu atau akhir bulan juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan uang belanja yang berhasil dihemat.

Investasikan sebagian dana

Selain skala prioritas, dalam hal berbelanja, pasangan suami istri juga harus bisa menentukan barang berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Jika sekadar menginginkan barang, ada baiknya berpikir ulang dan fokus pada target awal yang ingin dicapai. Sisihkan juga sebagian dana untuk investasi. Investasi dapat dilakukan melalui reksa dana, emas batangan, atau bahkan dengan menjadi pendana pada fintech.

Persiapkan pensiun

Agar masa tua terjamin, tidak ada salahnya Anda mempersiapkan dana pensiun sedari dini. Terdapat banyak Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang bisa dipilih. Namun, pastikan lembaga tersebut memiliki reputasi yang baik.

Jika perusahaan membagikan bonus atau tunjangan hari raya, ada baiknya bonus tersebut langsung dialokasikan sebagai dana tabungan atau dana cadangan. Pakai hanya seperlunya. Dengan begitu, target finansial keluarga yang sehat bisa terwujud.

Leave a Response