Mitologi dan legenda Nusantara merupakan aset yang demikian melimpah untuk digarap menjadi kreasi. Lukisan atau ilustrasi, salah satunya, sejak zaman dahulu kerap menggunakan atau terinspirasi obyek yang terkait dengan karakter atau hal terkait kisah-kisah dari penjuru Indonesia. Kini, ketika seni kiwari berkelindan dengan teknologi NFT, nuansa tersebut dapat terus dibawa.

Arya Wirawan, misalnya, ilustrator asal Yogyakarta yang dalam karya-karyanya kerap memadankan pengaruh visual grafis komik kiwari dengan tema dan karakter lokal. Arya sempat merasakan tinggal di berbagai daerah, ditambah dengan eksplorasinya ke berbagai pustaka dan kajian, sehingga banyak referensi terkait folklor dan mitologi dari berbagai wilayah Nusantara.

Dalam sebuah karyanya yang berjudul “Inyiak Rimbo” misalnya, Arya membuat visualisasi mitos harimau jejadian dari kultur Minangkabau (Sumatera Barat) ke karakter anthropomorphic yang mengingatkan pada konsep ilustrasi komik fantasi.

interpretasi mitos Nyi Blorong dalam seni NFT
South Sea Warchief.

Di lain karya, yang berjudul “South Sea Warchief”, Arya menginterpretasikan mitos Nyi Blorong dari Jawa dengan visual ala cyberpunk. Di kolom biografinya, ia menyebut karyanya sebagai “between traditional culture and hypebeast cyberpunk“.

“Karakter semacam ini mirip dengan karakter yang acap saya pakai ketika belajar ilustrasi komik pada 2005 silam,” kenang Arya.

Pola ini menjadi celah baginya untuk masuk ke skena NFT tahun lalu sebagai ilustrator. “Model seperti ini rasanya yang paling pas dengan audience skena NFT pada saat itu,” kata Arya. “Walaupun nantinya karakter saya di commission art, pameran seni, dan NFT bisa makin melebur.”

Arya mulai mengenal seni sejak usia belia. Berangkat dari hobi masa kecil, ia memang bercita-cita untuk menjadi seniman, atau setidaknya hidup dekat dengan seni. Oleh karena itu, tidak heran bila kemudian penyaluran akademisnya bermuara di ISI Yogyakarta.

“Meskipun jurusan kuliah saya di bidang Desain Komunikasi Visual, namun itu justru menjadi salah satu hal yang memperkuat karakter seni saya,” tegas peraih beberapa penghargaan internasional ini.

Hal ini juga terlihat dari semangatnya untuk membawa aspek seni kiwari kultur pop ke dalam ranah kultur klasik yang lebih lekat dengan karya seni murni.

“Pendekatan seperti ini menjadi perlu agar nilai dan tradisi tetap bisa hidup dan aktual bagi segala lapis usia, gender, dan strata.”

Potensi ini semakin ia lihat berkembang ketika skena NFT membuka pintu ke khalayak yang lebih luas. Ide genius loci bahkan bisa disampaikan lintas loka.

“Skena NFT ini menjadi obat bagi kekecewaan batalnya program residensi seni yang harusnya saya lakukan di Italia, Jepang, dan Jerman,” kata Arya. Saat itu, sejumlah program yang rencananya membawa karya seniman Indonesia untuk berpameran di luar negeri harus dibatalkan karena pandemi. Situasi tersebut, yang juga dialami di dalam negeri, cukup memukul industri kreatif.

Sehingga ketika skena NFT menawarkan untuk membawa sebuah karya ke apresiatornya, hal itu bisa membantu seniman. Demikian juga yang terjadi pada Arya.

Kesempatan untuk mempromosikan karya, dan juga muatan lokal yang ia bawa ke ranah global kini menjadi terbuka dengan ekosistem NFT. Tak hanya karya seni kiwari bisa dinikmati khalayak dari penjuru dunia, jejaring antar kreator dan senimanpun bisa lebih mudah dibuat.

“Selain itu, pengarsipan di space NFT juga lebih rapi dan transparan yang akan memudahkan seniman mengatur detil seperti royalti tanpa proses yang rumit.”

Karya-karya Arya Wirawan tersebar di berbagai rantai blok dan lokapasar NFT. Di masing-masing lokapasar, biografinya tetap sama. Mengenai asalnya dan konsep karyanya.

“Karya saya akan makin mudah ditemukan apresiatornya dengan ada di berbagai lokapasar,” tegasnya.

Arya mengaku masih berharap bahwa ekosistem NFT ini kian bisa melenturkan batasan antara karya fisik dan digital, serta gap ekonomi, agar skena kreatif di masa yang datang lebih baik, baik dari sisi kreator maupun apresiator.

 

Nama:
Arya Wirawan

Tempat, Tanggal Lahir:
Belawan, 08 November 1986

Pendidikan:
S1 Desain Komunikasi Visual, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Karier:
Freelance illustrator dan fine art artist

 Tautan Portofolio:
https://lynkfire.com/AryaWirawans