Sejak beberapa minggu yang lalu, tren velocity semakin populer. Tren ini banyak ditemukan di TikTok serta kerap diunggah ulang dan diperbincangkan di platform lain, seperti Instagram atau X, tepatnya pada konten video berjoget yang terkesan asyik dan dramatis.

Apa itu Velocity?

Secara umum, kata velocity berarti kecepatan. Dalam dunia editing video, efek velocity adalah teknik yang memungkinkan editor untuk mengubah kecepatan klip pada bagian tertentu, baik dengan mempercepat maupun memperlambatnya. Efek ini biasanya digunakan untuk menonjolkan momen spesifik atau memberikan gaya sinematik pada video.

Popularitas Tren Velocity Selama Ramadhan

Pada Ramadhan tahun ini, efek velocity menjadi tren yang digunakan untuk menampilkan momen berbuka puasa bersama (bukber) dengan cara yang unik. Biasanya, video dengan efek ini menampilkan sekelompok orang yang sedang menikmati kebersamaan, dengan slow motion yang disinkronkan dengan ketukan musik. Musik yang digunakan sering kali berupa remix dengan ritme cepat atau dikenal sebagai “jedag-jedug”.

Popularitas efek velocity dalam mengabadikan momen kebersamaan saat bukber memunculkan ungkapan yang menggelitik: “belum bukber kalau belum membuat velocity.” Bahkan, banyak orang yang mengajak teman-temannya untuk berlatih dan menghafalkan gerakan joget velocity terlebih dahulu di rumah sebelum merekamnya saat bukber.

Baca juga: Tren “Bahasa Korporat” ala Pekerja Muda Ibu Kota

Viral Sampai ke Negeri Ginseng

Tren velocity tidak hanya populer di kalangan pengguna biasa, tetapi juga merambah dunia hiburan, termasuk di kalangan artis K-Pop. Beberapa artis ternama terlihat mengikuti tren velocity dalam video mereka, baik saat melakukan dance challenge maupun sekadar iseng membagikan momen keseharian mereka.

Video velocity dari para artis K-Pop ini sangat menarik perhatian penggemar di seluruh dunia. Banyak yang merasa terkejut sekaligus bangga melihat idola mereka dari Korea Selatan ikut serta dalam tren yang berasal dari Indonesia.

Beberapa artis K-Pop bahkan menuai pujian karena ekspresi mereka yang terlihat begitu menjiwai dan gerakan yang luwes dalam berjoget, sementara yang lain justru mengundang gelak tawa karena gaya mereka yang terlihat sedikit kaku, tetapi tentu tetap menggemaskan.

Mengapa Tren Velocity Begitu Populer?

Tren velocity begitu digemari karena menawarkan visual yang menarik, kemudahan dalam proses editing, serta peluang besar untuk masuk ke halaman utama pengguna lain (FYP). Selain itu, fitur bawaan TikTok mempermudah siapa saja untuk menerapkan efek ini tanpa perlu aplikasi tambahan.

Lebih dari sekadar tren, merekam video dengan efek velocity juga menjadi cara baru untuk mendokumentasikan momen kebersamaan saat acara bukber. Keseruannya tidak hanya terletak pada hasil akhir video, tetapi juga pada proses pembuatannya.

Terkadang, gelak tawa pecah saat ada teman yang salah gerakan atau kesulitan menyesuaikan ritme. Meski harus merekam ulang berkali-kali, suasana tetap menyenangkan karena semua menikmati kebersamaan. Ketika akhirnya berhasil merekam tanpa kesalahan, ada kepuasan tersendiri yang membuat momen tersebut semakin berkesan.

Cara Membuat Video Velocity

Bagi yang ingin mencoba tren ini, berikut langkah-langkah sederhana untuk membuat video dengan efek velocity di TikTok.

  1. Buka aplikasi TikTok di perangkat kamu.
  2. Melalui kolom “search”, cari referensi video velocity dan pilih yang ingin kamu gunakan dengan kata kunci “velocity”, “velocity trend”, atau kata kunci lainnya yang berkaitan (seperti judul lagu).
  3. Tekan judul audio pada bagian bawah video dan pilih “use sound” untuk merekam video baru.
  4. Rekam video sesuai musik dan koreografi yang digunakan.
  5. Setelah video siap, buka fitur pengeditan di TikTok.
  6. Bagi video menjadi beberapa bagian menggunakan fitur “Split” sesuai kebutuhan.
  7. Pilih frame yang ingin diberi efek velocity, lalu aktifkan opsi “magic” dan pilih efek velocity.
  8. Unggah langsung video atau simpan dalam draf TikTok.