Sebagian orang menganggap bahwa uang tak bisa membeli kebahagiaan. Bahkan, yang lebih ekstrem menilai kalau uang adalah sumber petaka.

Namun, kalau bisa mengelola uang dengan benar, kebahagiaan juga bisa menghampirimu. Malah, kamu juga bisa lebih banyak membantu atau berbagi dengan orang lain yang kurang beruntung. Kamu juga perlu mengingat ada hal lain yang tak kalah penting dari uang, yakni pengalaman. Ini bahkan bisa lebih berharga daripada uang sebab pengalaman bisa membuatmu makin bijaksana.

Adam Khoo, pengusaha yang juga motivator dan penulis buku dalam buku Wealth Wisdom, memaparkan sejumlah alasan yang membuat pengalaman lebih berharga. Adam menyarankan agar orang lebih banyak “membeli” pengalaman dibandingkan materi.

Materi bisa mengecewakan

Ia bilang pengalaman akan memberimu pelajaran berharga, sedangkan materi bisa membuat kamu kecewa.

Contohnya, kalau kamu membeli gawai, bisa saja sebelum setahun benda ini rusak atau hilang. Ini tentu akan mengecewakanmu. Kamu akan merasa kesal atau marah. Namun, pengalaman tak menyenangkan ini bisa mendorongmu untuk lebih awas dan berhati-hati pada kemudian hari. Terutama soal menyimpan atau merawat barang berharga.

Kelak, saat kamu mengenang kembali pengalaman kehilangan benda berharga dan menceritakan kepada anak-cucumu, ini akan menjadi menjadi memori yang bisa saja menggelikan. Dengan pengalaman ini, kamu bisa mendidik anak-anakmu agar berhati-hati dalam menjalani kehidupan.

Turunnya nilai barang

Kegemaran mengoleksi barang mewah ada kalanya justru akan menurunkan nilainya pada kemudian hari. Barang yang semula terlihat bernilai tinggi akan terkesan biasa saja.

Sebabnya, ketika sudah terbiasa memiliki barang-barang mewah, kamu pun semakin terbiasa menggunakannya sehingga hadirlah rasa bosan. Namun, sebaliknya, bila koleksi barang mewah itu dinikmati bersama dengan teman-temanmu, ini akan memberimu pengalaman yang lebih berkesan dan tak ternilai.

Barang yang sama

Kalau kamu punya barang mewah yang ternyata orang lain juga memiliki barang serupa, mungkin akan muncul pikiran, “Lho, kok ada yang nyamain punya gue?” Barang mewahmu menjadi terasa kurang spesial.

Berbeda jika kamu lebih memilih pergi berwisata bersama teman-teman atau keluarga. Kamu akan merasa lebih gembira dan mendapat lebih banyak energi positif.

Memori terus dikenang

Kepingan-kepingan pengalaman yang membangun sebuah kenangan akan sangat sulit hilang dari hidupmu. Kalau benda bisa hilang dan rasa kecewanya akan berpendar tersapu waktu, tidak demikian dengan kenangan.

Pengalaman berpisah dengan teman atau seseorang yang dekat denganmu akan membekas terus dalam hidupmu. Oleh sebab itu, menabunglah momen kebersamaan dengan orang-orang terdekat atau teman-temanmu. Ini akan menjadi memori yang akan terus kamu ingat.

Pengalaman membentuk kepribadian

Pengalaman baik atau buruk tidak bisa lenyap begitu saja. Selalu ada pelajaran yang bisa kamu petik dan nanti akan turut membentuk kepribadianmu. Kamu bisa merefleksikan setiap pengalaman yang diperoleh. Pengalaman tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membuka pikiran dan hati terhadap sesuatu yang baru.

Mampu bersyukur

Terakhir, mempunyai barang yang diinginkan bisa membuat kamu puas dan senang. Namun, mempunyai banyak pengalaman akan mendidikmu untuk lebih mampu bersyukur dan berbahagia. Rasa bahagia berkat pengalaman ini bahkan bisa terus tersimpan ketika kelak seseorang mengingatnya kembali.

Jadi, sekarang pertimbangkan sekali lagi. Apakah kamu ingin menghabiskan lebih banyak uang untuk materi atau ingin menciptakan pengalaman? [*]