Kebutuhan terhadap data semakin meningkat dari tahun ke tahun. Data yang sudah diterjemahkan ke dalam bentuk visual dan grafik akan membantu perusahaan melihat keadaan, tantangan, dan peluang di pasar.

Selain itu, visualisasi data memudahkan perusahaan dalam memahami dan mengidentifikasi informasi yang ada pada data. Oleh karena itu, permintaan terhadap sumber daya manusia yang memiliki keterampilan di bidang ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan.

Lokakarya ini diadakan dengan tujuan untuk memahami lebih dalam analisis dan visualisasi data bagi para pekerja, baik lulusan baru atau profesional. Growth Center by Kompas Gramedia bekerja sama dengan Klob mengadakan lokakarya dengan judul Data Analytics and Visualization Best Practice pada Sabtu, 20 Maret 2021 dengan pemateri Vanessa Geraldine, Senior Vice President of Growth & Strategy dari Prieds Technology.

Lokakarya ini secara garis besar membahas tentang dasar-dasar analisis dan visualisasi data, mengidentifikasi beragam media untuk visualisasi data, dan praktik mengolah data bersama pemateri dan audiens.

Vanessa membuka lokakarya dengan menjelaskan beragam jenis data. “Data itu berbeda-beda, bisa berbentuk angka, gambar, atau karakter yang dipegang untuk membuat keputusan mengenai tindakan tertentu,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Vanessa juga memberi tahu audiens bahwa data dan informasi adalah dua hal yang berbeda. Menurut Vanessa, data jika hanya ditampilkan tidak memiliki makna, tetapi ketika diberikan konteks dan diinterpretasikan, data akan menjadi sebuah informasi.

Pentingnya analisis dan visualisasi data

Saat ini, hampir semua perusahaan mempunyai data virtual yang tak terhitung jumlahnya. Melalui analisis dan visualisasi data, data dikumpulkan dan diolah menjadi sumber informasi yang membuat bisnis berjalan secara efisien dan kompetitif.

“Analisis data adalah analisis kemajuan kita sebagai pebisnis dan analisis untuk mengevaluasi data dengan analitik dan penalaran logis,” jelas Vanessa yang sudah berkecimpung dalam analisis data selama tiga tahun.

Namun, untuk mengubah data mentah menjadi sebuah informasi yang bermanfaat, ada proses lain yang harus dilakukan, yaitu melalui visualisasi data. “Visualisasi data membantu memberitahukan cerita dari sebuah data yang mungkin tadinya sekadar angka,” ungkap Vanessa.

Visualisasi data membuat data menjadi lebih sederhana dan mudah untuk dipahami menggunakan visual. Bukan tanpa sebab, Vanessa menjelaskan kepada audiens bahwa otak manusia memproses gambar 60.000 kali lebih cepat dibandingkan teks, dan 80 persen dari informasi yang sampai ke otak adalah visual.

Proses analisis dan visualisasi data

Dalam melakukan analisis data, hal yang harus diketahui pertama kali adalah mengetahui tujuan. Kita harus mengetahui dulu apa tujuan melakukan analisis data dan pertanyaan bisnis yang muncul. Kedua, mengumpulkan data. Ketiga preparasi data, sebab data yang masuk tidak selalu bersih. Keempat, analisis data. Dan, yang terakhir adalah menyajikan data.

Namun, dalam mengolah data, terdapat tantangan. Tidak semua data yang masuk dapat digunakan, jika data yang dipilih adalah data yang tidak masuk akal, hal ini akan menghasilkan data visualisasi yang tidak baik dan informasi yang tidak akurat (garbage in garbage out).

Selain itu, terdapat kunci sukses untuk membuat visualisasi data yang baik, yaitu menentukan apa yang sebenarnya ingin disampaikan ke manajemen, data seperti apa yang ingin disampaikan, menampilkan tipe grafik yang mudah dipahami, dan memahami audiens yang menerima data.

“Kita harus berempati dengan orang-orang yang akan membaca dan melihat data ini sehingga kita bisa merancang data yang sesuai,” ujar Vanessa.

Selanjutnya, hal terpenting dalam proses pengolahan data adalah menghindari bias pribadi.Jika saat memproses data terdapat bias pribadi, data yang dihasilkan akan berbeda secara sistematis dan tidak merepresentasikan keadaan yang sebenarnya.

Untuk menghindarinya, Vanessa menjelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan, “Jangan menebak-nebak (hasilnya), tetapi benar-benar (lakukan) apa yang bisa dicari dari data ini. Jangan mencari sendiri dan minta bantuan teman untuk meninjau hasilnya,” kata Vanessa.

Kognisi adalah produk turunan Growth Center, yang merupakan platform berbasis edukasi persembahan Kompas Gramedia yang dibangun pada Mei 2019. Kognisi secara periodik mengadakan webinar yang terbuka untuk publik. Informasi lebih lanjut mengenai webinar Kognisi selanjutnya bisa langsung mengunjungi akun Instagram @kognisikg dan situs learning.kompasgramedia.com (khusus karyawan Kompas Gramedia). Selamat belajar, Kogi Friends! Stay safe, healthy, and sane!

Penulis: Ristiana Dwi Putri, Editor: Sulyana Andikko.