Ketergantungan kita terhadap beras sangat tinggi. Padahal, ada banyak jenis sumber karbohidrat yang bisa menjadi alternatif pengganti nasi.

Setiap 16 Oktober, kita memperingati hari pangan sedunia. Lewat momen ini, kita disadarkan kembali akan pentingnya menjaga keberlanjutan pangan, kebutuhan utama kita. Salah satu faktor penting dalam keberlanjutan pangan adalah keragaman atau diversifikasi bahan makanan itu sendiri.

Mengapa keragaman penting untuk keberlanjutan? Karena dari sisi pertanian, pertanian monokultur rentan terhadap hama dan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan karena tidak bertahannya tutupan lahan atau unsur hara tanah yang kian rendah.

Sementara itu, pada pertanian multikultur, ekosistem dapat lebih terjaga. Semakin tidak bergantung kita pada satu jenis pangan saja, ketahanan pangan kita juga bakal semakin tinggi.

Belum lagi dari sisi gizi. Keragaman pangan dalam pola konsumsi kita penting untuk memastikan tubuh mendapatkan berbagai nutrisi yang diperlukan. Protein, jenis-jenis vitamin, ataupun mikronutrien lain akan lebih lengkap jika kita mengonsumsi aneka jenis bahan pangan. Apalagi, konsumsi nasi putih yang berlebihan mesti dihindari karena indeks glikemiknya yang tinggi.

Sejak bertahun-tahun lalu, ajakan untuk meragamkan pangan sudah digaungkan. Namun, tingkat ketergantungan terhadap beras sepertinya belum berubah.

Baca juga :

Berdasarkan hasil Kajian Konsumsi Bahan Pokok pada 2017 yang dilakukan BPS, konsumsi beras selama 2017 di Indonesia mencapai total 29,13 juta ton. Di tingkat individual, rata-rata konsumsi beras per kapita per tahun adalah 111,58 kilogram.

Padahal, hasil tani di Indonesia begitu beragam. Cobalah sesekali mengganti nasi dengan sumber karbohidrat lain. Nah, berikut ini, bahan pangan berkarbohidrat yang bisa mulai kamu jadikan alternatif pengganti nasi.

1. Singkong

Makanan yang satu ini cukup populer karena begitu fleksibel dimasak untuk berbagai olahan. Sebagai makanan pokok, ubi kayu biasanya diolah menjadi singkong rebus, singkong goreng, atau tiwul.

Dimakan dengan sayur bersantan sangat pas rasanya. Singkong juga padat nutrisi. Dalam 100 gram singkong, terkandung kira-kira 40 gram karbohidrat, 165 kalori, serta 2 gram serat, gula, dan protein.

2. Sagu

Makanan pokok berbahan sagu kerap dijumpai di Indonesia bagian timur. Di daerah tersebut, pohon sagu memang tumbuh liar di hutan-hutan. Dari perspektif keberlanjutan pangan, merawat sumber pangan asli yang cocok dengan tanah dan iklim setempat memang selaras dengan prinsip keberlanjutan ini.

Di Indonesia timur, sagu biasanya diolah menjadi papeda dan lazim disajikan dengan ikan kuah kuning. Nah, kamu bisa mencoba sagu untuk menjadi pengganti nasi.

3. Jagung

Mungkin kita lebih sering menjadikan olahan jagung sebagai kudapan. Namun, bisa juga kita memperlakukannya sebagai sumber karbohidrat alternatif pengganti nasi. Sehingga jika sudah ada jagung, tak apalah sesekali tidak mencari nasi.

Kamu bisa makan lauk-pauk dan sayuran dengan jagung rebus atau bakwan jagung misalnya. Dapat juga mencoba nasi jagung. Untuk kesehatan, jagung amat bermanfaat. Selain tentu saja karbohidrat, dalam jagung terkandung beragam nutrisi lain seperti vitamin, mineral, dan serat.

4. Ubi jalar

Umbi manis ini merupakan sumber energi yang baik karena kaya akan vitamin A dan C, serta dilengkapi serat dan beragam mineral. Oleh karena itu, ubi jalar jadi pilihan yang baik juga untuk kamu yang sedang ingin menurunkan berat badan.

Seperti beberapa jenis umbi yang lain, ubi jalar juga cukup fleksibel untuk diolah menjadi beragam makanan. Di beberapa restoran, ubi jalar kini juga kerap ditawarkan, misalnya sebagai pengganti kentang pada menu steik.

5. Pisang

Pisang sebagai makanan pokok mungkin kurang dikenal. Namun, di beberapa wilayah di Indonesia, misalnya di Papua, pisang cukup lazim menjadi makanan pokok. Begitu juga di banyak negara di Afrika.

Beberapa jenis pisang, misalnya pisang goroho yang banyak tumbuh di Sulawesi, memang cocok dijadikan makanan pokok karena tidak terlalu manis dan jika diolah teksturnya menyerupai ubi atau talas. Nutrisi pada pisang juga menyehatkan.

Pisang tinggi kandungan kalium serta diperkaya juga dengan kandungan gizi yang lain, seperti protein, vitamin A, dan asam folat.

Apabila kamu belum terbiasa mengonsumsi makanan pokok alternatif pengganti nasi, bisa dicoba pelan-pelan. Semisal, dengan berkomitmen menentukan satu hari tanpa nasi dalam seminggu. Bisa juga mengurangi frekuensi makan nasi dari sehari tiga kali menjadi sehari dua kali, sisipkan makanan pokok lain pada jadwal makan utamamu. Semoga pangan di piring kita kian beragam!