Mengendarai sepeda motor pada bulan puasa agak berbeda dengan kondisi normal. Penyesuaian jam kantor, bangun lebih awal untuk sahur, keinginan berbuka bersama keluarga, dan masih banyak lagi alasan lainnya membuat kita untuk ikut menyesuaikan pola berkendara. Berikut ini, lima tips mengendarai sepeda motor pada bulan puasa.

1. Pastikan tubuh bugar

Sebelum mulai mengendarai sepeda motor, baik menuju maupun pulang dari kantor atau tempat lain, pastikan tubuh dalam kondisi bugar. Untuk itu, saat berbuka puasa ataupun sahur, lengkapi menu makanan dengan buah-buahan dan makanan bernutrisi. Jangan lupa, istirahat yang cukup turut meningkatkan kebugaran tubuh.

2. Rencanakan perjalanan

Kondisi lalu lintas pada ruas-ruas atau kawasan tertentu terkadang berbeda dengan kondisi normal. Oleh karena itu, rencanakan perjalanan sebelum tancap gas. Pastikan rute yang dilalui adalah rute tersingkat dan relatif terbebas dari kemacetan. Pertimbangkan pula saat-saat ramai orang pulang lebih cepat agar dapat berbuka puasa bersama keluarga.

3. Terapkan protokol kesehatan

Meski menggunakan helm saat berkendara, pengendara juga harus mengenakan masker untuk meminimalkan penyebaran Covid-19.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, kita wajib menerapkan protokol kesehatan, termasuk saat mengendarai si kuda besi. Selain dengan helm dan jaket, lengkapi diri Anda dengan masker sesuai ketentuan, dan bawalah selalu penyanitasi tangan. Jangan lupa, tetap jaga jarak, termasuk ketika hendak membeli makanan untuk berbuka atau saat berjumpa dengan orang lain.

4. Patuhi rambu lalu lintas

Dalam kondisi apa pun, termasuk di bulan puasa, kita harus selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Jaga kecepatan kendaraan sesuai dengan ketentuan. Mengendarai sepeda motor di atas batas ketentuan, selain membahayakan diri sendiri, bisa membahayakan orang lain.

5. Bawa hidangan berbuka

Manfaatkan bagasi sepeda motor untuk menyimpan makanan dan minuman sebagai bekal berbuka puasa.

Sebelum berangkat, jika diperkirakan waktu berbuka akan berlangsung saat masih dalam perjalanan, ada baiknya Anda membawa hidangan berbuka sekadarnya. Bawalah makanan secukupnya dan tidak menyulitkan untuk dibawa, tetapi bernutrisi atau setidaknya dapat “mengganjal” perut hingga tiba saatnya menyantap menu “berat”.