Ada banyak tokoh perempuan dalam sejarah sains. Siapa saja yang bisa Anda sebut? Pada 11 Februari, kita memperingati International Day of Women and Girls in Science. Mari berkenalan dengan segelintir saja di antara para ilmuwan itu. Kontribusi mereka dalam sains telah menyumbang banyak untuk kemajuan peradaban.

Marie Curie

Nama Marie Curie mungkin yang pertama tebersit ketika kita diminta membayangkan ilmuwan perempuan. Meski begitu, banyak pula yang belum tahu apa sumbangsihnya bagi ilmu pengetahuan.

Marie Curie adalah satu-satunya perempuan yang memenangi dua hadiah Nobel, yaitu pada 1903 dan 1911. Marie adalah profesor fisika di Sorbonne, Paris dan ditunjuk sebagai direktur di Curie Laboratory di Radium Institute di Universitas Paris yang didirikan pada 1914.

Penemuannya tentang peluruhan nuklir atau radioaktivitas sangat penting bagi kemajuan teknologi. Tak hanya bagi dunia fisika dan kimia, ia juga berpengaruh besar dalam bidang kedokteran. Curie juga mempelajari sinar-X dan mesin sinar-X yang ditemukan ilmuwan Jerman Wilhelm Roentgen pada 1895. Ia menggunakan elemen yang ia temukan, radium, sebagai sumber sinar gama pada mesin sinar-X. Ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih kuat dan akurat. Curie juga menciptakan mesin sinar-X portabel yang lebih kecil, yang dapat digunakan di lapangan. Mesin ini telah menyelamatkan banyak nyawa pada masa perang.

Jane Goodall

Pengetahuan kita dalam bidang kehidupan satwa liar dan konservasi telah banyak mengalami kemajuan belakangan ini; salah satunya berkat penelitian dan dedikasi pakar etologi (ilmu tentang perilaku satwa) Jane Goodall. Sejak kecil, Jane selalu memimpikan hidup di antara satwa liar Afrika, jauh dari tempat kelahirannya, Inggris. Tidak mampu membayar universitas, ia kemudian menjadi sekretaris. Hasil tabungannya dipakai untuk pergi ke Kenya ketika ia berusia 23 tahun. Di sana, ia bertemu antropolog dan palaeontolog Dr Louis SB Leakey, yang berpengaruh besar dalam kehidupannya.

Louis yang terkesan akan pengetahuan dan antusiasme Jane mengajaknya dalam investigasi simpanse liar di Gombe. Jane menjadi pengamat yang berbakat, bahkan bisa menjadi dekat dengan simpanse yang “diperbolehkan” oleh kelompok hewan itu menjadi bagian dari kawanan mereka. Jane memanjat pohon, meniru perilaku simpanse, bahkan memahami komunikasi mereka. Ia menemukan hal-hal baru yang berbeda dengan asumsi tentang simpanse selama ini, seperti mematahkan anggapan bahwa simpanse vegetarian dan membuktikan bahwa satwa ini punya kecerdasan untuk merekayasa alat dari material sekitarnya, misalnya untuk mencari semut sebagai mangsa mereka. Jane menerbitkan beberapa buku, termasuk The Chimpanzees of Gombe: Patterns of Behaviour pada 1986 yang sangat terkenal. Ia juga mendirikan Jane Goodall Institute for Wildlife Research, Education and Conservation.

Rachel Carson

Rachel Carson yang hidup pada 1907–1964 diingat sebagai perempuan yang menantang persepsi akan superioritas manusia atas lingkungan. Ia yang adalah ilmuwan laut meluaskan pengetahuannya ke banyak bidang tentang alam. Ia mengkritik penggunaan bom dan bahan kimia pada lingkungan. Bukunya yang sensasional, Silent Spring (1962) memperingatkan kita akan bahaya pestisida kimia untuk keseluruhan ekosistem dan mempertanyakan arah sains modern. Kiprahnya ini menginisiasi gerakan lingkungan kontemporer.

Carson selalu awas akan dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Buku lain yang ditulisnya antara lain Under the Sea-Wind (1941) yang menjelaskan interaksi antara burung laut, ikan, dan belut; The Sea Around Us tentang kehidupan laut; dan The Edge of the Sea yang berfokus pada ekosistem pesisir timur dari Maine sampai Florida.

Sara Seager

NASA menjulukinya “Indiana Jones di bidang astronomi”. Sara Seager, yang lahir pada 1971, menemukan 715 planet ketika bekerja dengan Kepler Space Telescope. Turut memberi pembaharuan dalam pemetaan Tata Surya, ia menjadi kontributor penting di era modern dalam memahami ruang angkasa.

Seager juga mengembangkan versi paralel persamaan Drake untuk memperkirakan jumlah planet yang bisa dihuni di galaksi. Alih-alih dengan teknologi gelombang alien, Seager merevisi persamaan Drake untuk berfokus hanya pada eksistensi kehidupan alien yang terdeteksi dari Bumi. Persamaan ini mencari planet-planet dengan gas-gas penanda kehidupan (biosignature) yang diproduksi makhluk hidup dan dapat terakumulasi di atmoster planet pada level yang dapat dideteksi dengan teleskop luar angkasa. Seager mendapat penghargaan Sackler Prize pada 2012 untuk analisis atmosfer dan komposisi internal planet-planet di luar Tata Surya dan Harvard Bok Prize in Astronomy pada 2004.

Gertrude B Elion

Pakar biokimia dan farmakologi dari Amerika ini mengembangkan obat untuk menangani leukimia dan obat yang mencegah penolakan transplantasi ginjal. Ia mendapatkan Nobel Prize untuk bidang kedokteran pada 1988.

Terdorong kematian kakeknya karena kanker, Elion menempuh pendidikan kimia di Hunter College di New York pada usia 15 dan lulus pada usia 19 tahun dengan gelar summa cum laude. Pada 1944, ia berpartner dengan Dr George H Hitchings untuk meneliti dan mengembangkan obat dengan mempelajari komposisi kimia dari sel yang sakit. Mereka menggunakan dasar perbedaan biokimia antara sel manusia yang normal dan yang terkena patogen untuk mendesai obat yang akan menghentikan infeksi virus.

Elion dan timnya mengembangkan obat untuk melawan leukimia, herpes, dan AIDS. Secara total, Elion telah mengembangkan 45 paten di bidang kedokteran dan dianugerahi 23 gelar kehormatan.

Leave a Response