Lokal telaga dieng

Published on February 9th, 2018 | by Kompas Klasika

Telaga-telaga Dieng yang Mentereng

Provinsi Jawa Tengah identik dengan area yang mayoritas berlokasi di dataran rendah. Namun, jika menyangkut daerah dataran tinggi, kita tidak bisa melupakan Dieng. Kawasan dataran tinggi ini kerap disebut sebagai “atap Jawa Tengah”. Dieng mempunyai ketinggian topografi yang bervariasi, yaitu hingga sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut.

Selama ini, banyak orang mengenal Dieng sebagai dataran tinggi dengan tanaman perkebunan yang menghijau dan berhawa dingin. Kabut menyelimuti wilayah ini pada waktu pagi dan sore. Karena berlokasi pada dataran tinggi, hawanya pun sangat dingin. Anda perlu mengenakan jaket atau pakaian hangat lain jika tengah berkunjung ke Dieng.

Dieng juga tergolong sebagai kawasan wisata di Jawa Tengah. Anda bisa mengunjungi beragam candi dan kawah-kawah yang terbentuk dari aktivitas vulkanik gunung berapi. Namun, keelokan Dieng tidak sebatas candi dan kawah. Anda juga bisa menemukan beragam telaga cantik di sana. Mari kita intip satu per satu untuk menyingkap keindahan telaga di Dieng.

Telaga Warna

Foto – foto : dokumen Shutterstock.com

 

Inilah salah satu telaga yang paling dicari di Dieng. Telaga ini mempunyai panorama yang menawan karena berlatar perbukitan yang menghijau. Keindahan akan semakin terasa ketika matahari bersinar cerah, dan membuat paduan birunya langit dan hijaunya perbukitan menjadi lebih dramatis.

Ditambah lagi dengan efek nuansa merah, keunguan, putih, hijau, dan biru. Tampilan telaga Warna ini sungguh mengundang decak kagum. Permukaan warna telaga yang berubah-ubah inilah yang paling banyak dicari wisatawan. Konon, kandungan sulfur atau belerang yang cukup tinggi membuat warna telaga ini menjadi beragam saat tertimpa cahaya matahari.

Telaga Pengilon

Kata “pengilon” dalam bahasa Jawa berarti cermin. Jadi, jika dilihat dari arti katanya, Telaga Pengilon bisa diartikan sebagai “telaga cermin”. Tentunya sebutan ini bukan tanpa alasan. Sebutan “pengilon” memang pas untuk melukiskan telaga ini.

Telaga Pengilon mempunyai air yang biru jernih, seolah memantulkan bayangan dari birunya langit. Begitu jernihnya, sampai-sampai telaga ini seolah seperti cermin yang bening dan berkilau ketika tertimpa cahaya matahari. Rerumputan hijau seperti rawa-rawa seolah membingkai “cermin” ini.

Telaga Merdada

Inilah salah satu telaga terbesar di Dieng. Telaga Merdada lebih dikenal sebagai sumber air bagi pertanian di sekitar Dieng. Selain itu, kawasan Telaga Merdada juga kondang sebagai kawasan wisata populer di Dieng. Jika tertarik untuk menyaksikan keindahannya, Anda bisa menyewa perahu untuk mengitari danau cantik ini. Anda juga bisa memancing ikan di danau ini.

Telaga Cebong

Cebong dalam bahasa Jawa berarti anak katak. Nama telaga ini memang agak unik. Namun, Anda jangan membayangkan bahwa telaga ini dihuni banyak katak sehingga terkesan menjijikkan. Sebaliknya, panorama di telaga ini tidak kalah cantik dengan danau-danau lainnya.

Telaga Cebong berlokasi di bawah Bukit Sikunir. Sikunir biasanya menjadi lokasi wisatawan untuk menyaksikan panorama matahari terbit di Dieng. Jadi, bisa dibayangkan, Anda akan menyaksikan sebuah telaga dengan latar perbukitan hijau dan petak-petak perkebunan yang elok.

Telaga Menjer

Keistimewaan telaga ini tidak hanya pada airnya yang jernih. Telaga yang berlokasi di ketinggian 1.300 di atas permukaan laut ini mempunyai sisi yang bersentuhan langsung dengan suatu tebing yang tinggi. Pahatan alam membuat tebing tersebut menjadi semacam “dinding” yang membatasi telaga. Untuk menikmati keindahannya, Anda juga bisa menaiki perahu di sini.

Ruas jalan menuju Dieng memang tidak mudah dilalui. Daerah yang sebagian kawasannya berada di Wonosobo dan Banjarnegara ini mempunyai topografi berbukit-bukit. Ruas jalan yang turun-naik dengan kelokan-kelokan tajam bukanlah kejutan. Meskipun demikian, pemandangan indah berupa perbukitan menghijau oleh tanaman perkebunan menjadi pemandangan yang lekat dalam ingatan. [MIL]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 7 Januari 2017

Telaga-telaga Dieng yang Mentereng Kompas Klasika

Summary:


User Rating: 0 (0 votes)

Tags: , , ,


About the Author



Back to Top ↑