Film Slender Man

Published on August 15th, 2018 | by Kompas Klasika

Review Film Slender Man (2018) : Melacak si Manusia Kurus

Di sebuah kota kecil di Massachusetts, AS, sekelompok remaja perempuan memanggil sosok menyeramkan yang dikenal sebagai slender man. Ternyata, hal itu berujung pada bencana terhadap keempatnya.

Wren (Joey King), Hallie (Julia Goldani Telles), Chloe (Jaz Sinclair), dan Katie Jensen (Annalise Basso) adalah empat sekawan yang tinggal di sebuah kota kecil. Tak banyak yang dapat dilakukan di kota tersebut sehingga mereka berharap dapat keluar dari kota tersebut.

Mereka acap berkumpul bersa­ma untuk mengusir kebosanan. Su­­a­tu kali, setelah mendengar bah­­wa sekelompok siswa laki-la­ki ber­­kumpul untuk memanggil slen­der man, mereka pun iseng ingin men­coba hal yang sama.

Foto-foto Dok Screen Gems (Sony)

Untuk memanggil slender man, mereka memutar sebuah video yang viral di internet. Isinya tidak be­­gitu jelas, tapi ending-nya sangat meng­ganggu sehingga salah sa­tu dari mereka, Katie, tampak ter­pengaruh.

Beberapa waktu kemudian, me­­­­re­­ka mengikuti study tour ke ka­was­an berhutan. Katie me­nunjukkan ge­­lagat aneh dan belakangan ia meng­­hilang. Polisi turun ta­ngan, te­tapi hasilnya nihil. Katie menghilang tan­pa bekas.

Wren dan teman-temannya men­coba mencari tahu keberadaan Katie. Mereka mulai curiga, jangan-jangan sosok slender man yang secara iseng mereka panggil itu nyata adanya.
Bertemu

Di kamar tidur Katie, mereka menemukan banyak tempelan gam­bar yang antara lain menampakkan sosok kurus dan tinggi yang mis­terius. Hal itu semakin diperkuat dengan sejumlah video yang terakhir kali ditonton Katie di laptopnya. Tampaknya, Katie terpengaruh oleh slender man dan ingin bertemu dengannya.

Melalui seseorang yang diketa­hui terakhir kali berkomunikasi de­­ngan Katie melalui aplikasi pe­ngi­rim pesan, mereka mendapat petunjuk untuk mengontak slender man. Ketiga sekawan itu pun merencanakan kembali ke hutan untuk melacak jejak Katie dengan mencoba berkomunikasi dengan slender man. Ternyata, teror dan kejadian buruk dialami oleh mereka satu per satu. Berhasilkah mereka bertemu dengan slender man serta menyelamatkan Katie?

Di dunia nyata, slender man ada­lah tokoh rekaan yang pertama ka­li muncul sebagai meme di forum diskusi di internet. Sosoknya di­gam­bar­kan kurus, tinggi, dan wa­j­ahnya polos tak berbentuk. Sa­yang­nya, dalam film, latar bela­kang slender man ini kurang digali. Ia hanya diceritakan muncul bebe­rapa kali tertangkap kamera dan dihubungkan dengan hilangnya se­cara misterius sejumlah anak.

Menonton video yang berujung pada bencana mau tak mau mengingatkan pada film The Ring. Sayangnya, di film ini, tak dijelaskan bagaimana asal-muasal video itu serta bagaimana ia bisa viral.
Begitu pun karakter Wren dan teman-temannya, sama sekali tidak ada yang unik. Mereka hanya remaja perempuan biasa dengan keseharian yang sangat biasa pula. Kisah yang dibangun dari awal hingga habisnya film ini nyaris tanpa letupan berarti. Semua mengalir nyaris tanpa kesan sehingga cenderung membosankan.

Dari sisi akting juga tak banyak membantu. Para pemeran tak bisa terlalu banyak mengeksplor karakter yang memang tidak terlalu kuat. Ketegangan dibangun melalui teknik menampilkan kejutan (jumpscare), tetapi acap kali sudah dapat ditebak sehingga tak terlalu mengagetkan.

Tak terlalu banyak yang bisa diharapkan dari Slender Man. Kalau­pun ada yang bisa diacungi jempol barangkali dari sisi visual dan tata suaranya yang memang cukup ber­bobot.
Jika Anda penikmat serius film horor atau thriller, film ini mungkin kurang meyakinkan. Namun, sebagai tontonan visual, film ini cukup menghibur. [ACA]

Sutradara :
Sylvain White

Skenario :
David Birke, berdasarkan karakter rekaan Victor Surge

Pemain :
Joey King, Julia Goldani Telles, Jaz Sinclair, dan Annalise Basso

Rilisan :
AS

Tayang Perdana :
Agustus 2018

 

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 15 Agustus 2018.

Review Film Slender Man (2018) : Melacak si Manusia Kurus Kompas Klasika

Summary:


User Rating: 0 (0 votes)

Tags: , , , , , , ,


About the Author



Back to Top ↑