Published on December 20th, 2014 | by aguswibawa


Single DIN atau Double DIN?

Meski sifatnya sebagai fitur pelengkap di dalam mobil, kehadiran perangkat hiburan seperti sistem audio dan video menjadi penting untuk menghibur atau membunuh rasa bosan saat didera kemacetan. Oleh karena itu, beberapa orang rela merogoh kocek lebih dalam agar sistem tersebut mampu memanjakan mata dan telinga.

Salah satu komponen dalam sistem audio/video mobil adalah head unit yang terdiri atas dua ukuran, yaitu 1 DIN (single DIN) dengan panel berukuran 180 x 50 milimeter dan 2 DIN (double DIN) dengan ukuran panel 180 x 100 milimeter. DIN adalah singkatan dari Deutsche Institut fur Normung yang adalah standar ukuran head unit yang diakui di seluruh dunia. Artinya, agar produk head unit bisa dipasang di mobil mana pun, produsen harus mengikuti standar tersebut.

Mobil-mobil yang memiliki kompartemen double DIN di dasbor tentu lebih leluasa dalam menghadirkan hiburan di dalam kabin karena bisa memasang head unit single DIN atau double DIN. Sementara itu, mobil yang memiliki kompartemen single DIN bisa saja memasang head unit double DIN asal rela dasbornya dimodifikasi.

Meski masih banyak mobil lansiran terbaru yang menyematkan sistem single DIN, pabrikan telah mendesain dasbor sedemikian rupa agar pemilik kendaraan dimudahkan saat ingin mengganti sistem suara menjadi double DIN. Kompartemen seukuran single DIN yang berada tepat di bawah atau atas sistem audio single DIN tersebut dapat dicopot dengan mudah sehingga memberikan ruang untuk perangkat double DIN.

Kalau dilihat dari fungsi dasarnya, bisa dikatakan tidak ada perbedaan antara single DIN dan double DIN, toh keduanya mampu mengakomodasi kebutuhan pengemudi dan penumpang dalam kabin akan hiburan. Keduanya juga bisa dipasangi bermacam fitur seperti televisi.

Meski demikian, sulit memungkiri kalau head unit double DIN memiliki kelebihan dibandingkan single DIN.

Kelebihan pertama. Secara tampilan, head unit double DIN terlihat lebih wah dengan layar yang besar sehingga mampu menampilkan tampilan multimedia dengan lebih “sejuk” di mata. Selanjutnya adalah fitur yang lebih lengkap dan kepraktisan. Misalnya kalau mobil dilengkapi kamera mundur, pengemudi bisa langsung melihat di layar.

Saat hendak menonton pun pengguna head unit double DIN bisa langsung menonton. Hal ini berbeda dengan head unit single DIN yang harus menunggu monitor keluar sehingga terasa tidak praktis dan tidak kompak. Head unit double DIN biasanya dilengkapi fitur layar sentuh yang dapat memudahkan mengendara saat mengoperasikannya.

Bagaimanapun juga pilihan tetap kembali pada pemilik mobil. Head unit single DIN pun punya nilai lebih. Selain harga lebih terjangkau, head unit jenis ini membuat dasbor tampak lebih ringkas dan sederhana. Bagaimana dengan Anda? [ASP]

noted: single din atau double din

Tags: ,

About the Author

4 Responses to Single DIN atau Double DIN?

  1. Maman Khaerul Zanan says:

    Paparan yg sangat bagus, menarik dan membantu pemakai pemula. Terima ksih.

  2. Maman Khaerul Zanan says:

    Nice share.

  3. I Wayan Primara (@PrimaraI) says:

    Pengalaman menggunakan single din dengan monitor harganya selain lebih mahal dari double din malah karena tak sengaja memaksa mengubah posisi-sudut monitor dengan manual malah merusak flexiblenya dan hanya bisa dilakukan di pusat servis resmi dengan biaya yang mahal pula malah biaya segitu bisa dipakai untuk membeli double din baru tapi kembali karena didashboard hanya untuk single Din satu-satunya pilihan single din dan menunggu perbaikan selesai tentu harus dilunasi karena sudah dikirim ke pusat servis resmi BRAND

Leave a Reply

Back to Top ↑