Kesehatan sciatica

Published on April 24th, 2018 | by Kompas Klasika

Sciatica, Si Penyakit Nyeri yang Menjalar dari Pantat ke Kaki

Istilah sciatica (baca : sai-at-tika) menggambarkan gejala nyeri kaki, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan otot mulai dari punggung bawah dan menjalar melalui pantat ke arah kaki bagian belakang. Pasien sciatica dapat merasakan sensasi panas serta perasaan seperti tersengat listrik yang menjalar.

Sciatica bukan merupakan diagnosis khusus, tapi merupakan gejala dari kondisi-kondisi lain yang menjadi penyebab dasar, seperti herniated nucleus pulposus (HNP) pada lumbal atau yang dikenal awam sebagai saraf kejepit, slipped disc atau piringan sendi yang bergeser dari posisinya. Spinal stenosis atau saluran saraf tulang belakang yang menyempit, spondylolisthesis atau kondisi satu ruas tulang punggung bergeser dari posisinya, serta piriformis syndrome atau saraf sciatic terjebak sangat dalam di pantat oleh otot piriformis. Piriformis syndrome sering dikenal dengan nyeri dompet, nyeri yang timbul akibat meletakkan dompet di saku belakang.

Sciatica juga bisa disebabkan adanya penyakit degeneratif seperti osteoarthritis dan osteoporosis tulang punggung. Trauma, cedera, dan kecelakaan yang mengenai tulang punggung serta adanya tumor, pembekuan darah, abses, pertumbuhan taji tulang pada tulang belakang (bone spurs), dan karena kondisi kehamilan.

Pada tahap lanjut, pasien akan merasakan nyeri ketika duduk lama. Nyeri konstan sering kali hanya terjadi satu sisi dari pantat atau kaki (jarang terjadi pada kedua kaki). Nyeri kaki sering digambarkan sebagai terbakar atau kesemutan dan otot terasa lemah, mati rasa, hingga kesulitan menggerakkan kaki.

Rasa nyeri yang tajam dapat membuat pasien sulit untuk berdiri atau berjalan. Tak jarang menyebabkan depresi karena tidak dapat beraktivitas dengan normal.

Beberapa kondisi berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami sciatica, antara lain orang yang terlalu lama duduk memiliki risiko lebih besar untuk mengalami sciatica dibanding orang yang aktif. Kemudian, penyakit diabetes. Kondisi ini berisiko memicu terjadinya kerusakan saraf sciatic.

Lainnya adalah kerja berat. Orang yang sering mengangkat beban berat atau berkendara dalam waktu yang lama berpotensi mengalami sciatica. Obesitas juga dapat meningkatkan risiko penyakit ini karena pertambahan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang.

Untuk membantu meringankan penyakit ini, kini telah hadir perangkat revolusioner, yaitu LaserTouchOne (LTO). LTO merupakan perangkat kombinasi cold laser dan micro-current stimulation yang telah lolos uji FDA dan bersertifikat DepKes RI. LTO telah membantu ribuan orang untuk meringankan rasa nyeri yang dialaminya.

Penanganan nyeri yang tepat sangat penting. Oleh karena itu, jangan meremehkan atau menunda penanganan nyeri sciatica karena akan membuat proses pengobatan semakin sulit. Jangan biarkan nyeri sciatica menyiksa Anda. Untuk mendapatkan informasi mengenai penanganan yang tepat dan efektif silakan akses www.solusinyeri.com. [*]

Sciatica, Si Penyakit Nyeri yang Menjalar dari Pantat ke Kaki Kompas Klasika

Summary:


User Rating: 0 (0 votes)

Tags: , , ,


About the Author



Back to Top ↑