Artikel review sicario 2018

Published on July 11th, 2018 | by Kompas Klasika

0

Review Sicario: Day of the Soldado (2018) Aksi Menantang Bahaya di Perbatasan Negara

Terorisme tidak pernah menjadi hal yang biasa bagi AS. Segala hal akan dilakukan untuk memberantas keberadaan teroris di negara adidaya ini. AS akan melakukan apa saja untuk memastikan keamanan negara dalam kondisi stabil, bahkan jika harus bergesekan dengan negara tetangganya, Meksiko.

Sebuah bom bunuh diri meledak di sebuah toko swalayan, membunuh belasan warga sipil. CIA merespons peristiwa ini dengan melakukan serangkaian penyelidikan yang mengarah kepada kartel-kartel Meksiko. CIA menduga bahwa para teroris masuk ke AS melalui jalur ilegal dengan bantuan kartel Meksiko. CIA memanggil Matt Graver (Josh Brolin) untuk menjalankan misi: memicu perang antarkartel.

Graver merekrut Alejandro Gillick (Benicio del Toro) yang keluarganya pernah menjadi korban kebengisan gembong kartel Meksiko. Mereka menculik putri gembong kartel, Isabela (Isabela Moner). Namun, situasi menjadi runyam ketika CIA meminta Graver untuk membatalkan misi karena pelaku pengeboman ternyata warga AS.

Graver meminta Gillick untuk “menghabisi” Isabela sebagai bagian dari “pembersihan bukti”, tetapi Gillick, yang sudah merasa dekat dengan anak itu, menolak perintah tersebut. Graver pun harus mengejar keduanya demi menyelesaikan misi.

Kesuksesan film pertama

Plot di atas merupakan sinopsis dari film terbaru Sicario: Days of Soldado. Ini adalah film kedua setelah film pertama, Sicario (2015) sukses di pasaran. Josh Brolin kembali memerankan agen CIA bertangan dingin Graver, sementara Benecio del Toro memerankan kembali karakter Gillick, pembunuh bayaran yang kehilangan keluarganya akibat ulah para kartel Meksiko.

Ketiadaan karakter Kate Macer (Emily Blunt) tak membuat Columbia Pictures surut niat. Stefano Sollima didapuk duduk di kursi sutradara, dengan keahliannya sebagai sutradara film bergenre kriminalitas. Sementara itu, penulis skenario film sebelumnya, Taylor Sheridan, kembali untuk “menjahit” cerita baru yang akan membuat penggemar film pertama seakan bernostalgia.

Sicario 2 menyajikan adegan-adegan yang solid, penuh dengan aksi berbahaya, juga ketegangan yang intens. Film ini menggambarkan kondisi perbatasan kedua negara dan seberapa “liarnya” para kartel memasukkan orang-orang ke AS dengan cara ilegal.

Brolin tampil dengan prima, membawakan karakter Graver yang dingin dengan proporsional. Walau begitu, penampilannya kali ini seperti mimpi anak-anak di siang bolong, terlewat begitu saja. Karakter Cable dan Thanos yang juga diperankannya lebih memiliki makna mendalam ketimbang Graver. Sangat disayangkan Graver tidak mendapat kesempatan untuk berkembang menjadi salah satu karakter inti yang memegang peran penting dalam misi rahasia CIA kali ini.

Ketika dua karakter sebelumnya begitu membekas di hati penonton, menyaksikan Brolin beraksi sebagai Graver membuat beberapa penonton bergumam bahwa ia bisa mendapatkan porsi yang jauh lebih besar dan megah.

Karakter berikutnya, yaitu Alejandro Gillick yang diperankan oleh Benicio del Toro. Aktor senior ini tak pernah gagal membawakan karakter-karakternya, termasuk Gillick yang digambarkan dingin, tetapi memiliki sifat kebapakan yang tinggi.

Del Toro tampil mulus sebagai Gillick, berinteraksi dengan sangat baik dengan karakter Isabela yang juga dibawakan dengan sangat-di luar-ekspektasi oleh Isabela Moner. Kedua karakter ini menjadi oasis di padang gurun perbatasan AS-Meksiko dan menjadi satu-satunya bumbu yang membuat film ini terasa “bermakna”.

Hal lainnya yang mencolok dari film ini adalah kegagalan sutradara memberikan identitas kepada film ini. Sicario 2 memulai plotnya dengan mulus, memaparkan konflik tentang terorisme dan upaya memeranginya dengan “menghajar” para kartel Meksiko yang sudah lama meresahkan pemerintah AS. Namun, seiring berjalannya film, satu per satu fondasi film ini runtuh; film ini bergerak ke arah yang absurd, dan berakhir dengan konklusi yang sangat mudah ditebak.

Mengingat Sicario (2015) sukses besar dan membawanya menjadi nomine di berbagai ajang penghargaan, beban dan ekspektasi untuk film kedua ini sangat besar; yang sayangnya luput divisualisasikan dengan cermat oleh sang sutradara. Film ini hanya menjanjikan akting mulus para pemainnya, serta deretan aksi menegangkan, tetapi tidak memberikan kepuasan dalam penyelesaian konflik. [DLN]

Tayang perdana: Juni 2018
Rilisan: Amerika
Sutradara: Stefano Sollima
Skenario: Taylor Sheridan
Pemain: Benicio del Toro, Josh Brolin, Isabela Moner, Jeffrey Donovan, Manuel Garcia-Rulfo, Catherine Keener

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 11 Juli 2018

Tags: , , ,


About the Author



Leave a Reply

Back to Top ↑