Artikel review film truth or dare 2018

Published on May 9th, 2018 | by Kompas Klasika

0

Review Film Truth or Dare (2018): Iseng Berakhir Petaka

Niat hati berbuat baik pada teman, lalu iseng untuk bergembira, siapa sangka akan berakhir pada petaka. Itulah nasib nahas yang dialami Olivia (Lucy Hale) bersama teman-temannya.

Olivia dan Markie (Violett Beane) adalah sahabat karib di college. Saat jeda studi musim semi (spring break), Markie mengajak Olivia berlibur ke Meksiko. Semula Olivia menolak. Tapi setelah dibujuk-bujuk dengan dalih siapa tahu ini akan menjadi liburan terakhir bersama sebelum nantinya masing-masing menempuh hidup sendiri pada jenjang pendidikan berikutnya.

Atas nama persahabatan, Olivia akhirnya setuju. Berangkatlah Olivia dan Markie serta sejumlah teman lain. Di antaranya pacar Markie, yaitu Lucas (Tyler Posey), pasangan Penelope (Sophia Ali) dan Tyson Curran (Nolan Gerard Funk), Brad Chang (Hayden Szeto), dan yang belakangan bergabung Ronnie (Sam Lerner). Selama dua minggu di Meksiko mereka menghabiskan waktu untuk hura-hura.

Pada malam terakhir liburan, rombongan ini menghabiskan waktu di sebuah kelab. Saat kelab tutup, mereka merasa belum puas dan ingin lanjut untuk menghabiskan waktu. Carter (Landon Liboiron), yang baru dikenal Olivia malam itu, mengajak mereka ke tempat yang menurut dia oke. Maka, berangkatlah mereka ke sebuah tempat yang ternyata merupakan reruntuhan gereja.

Merasa bosan, teman-teman Olivia mengajak pulang. Namun, ia bersikeras dan menahan mereka. Untuk pengisi waktu, iseng-iseng Carter mengusulkan untuk bermain truth or dare. Ternyata, suasana tambah tidak mengenakkan karena ada hal-hal yang selama ini tersembunyi jadi terbongkar gara-gara permainan itu.

film truth or dare

Malah, Carter tiba-tiba mengundurkan diri dan pergi begitu saja. Olivia mencoba mengejar, tapi Carter justru menyalahkannya, mengapa ia mau diajak pergi ke situ. Bingung dengan sikap Carter yang mendadak berubah, Olivia kembali ke tempat teman-temannya berkumpul.

Namun, tak ada orang di situ. Dalam keadaan galau, mendadak teman-temannya muncul kembali dan heran dengan sikap Olivia yang kebingungan. Akhirnya, liburan ke Meksiko itu pun berakhir dengan tidak menyenangkan.

Kembali ke kehidupan sekolah, situasi tidak menjadi lebih baik. Olivia mengalami serangkaian hal aneh. Beberapa kali ia menemukan tulisan “truth or dare”. Semula, ia mengira itu adalah keusilan teman-temannya.

Namun, ternyata rangkaian kejadian itu adalah bagian dari permainan truth or dare yang harus ia mainkan. Yang mengerikan, kalau menolak atau gagal, nyawa menjadi taruhan. Olivia dan teman-temannya pun berkejaran dengan waktu untuk mengungkap rahasia di balik permainan tersebut sembari berusaha menyelamatkan nyawa. Berhasilkah mereka?

Film ini diproduseri orang yang sama dengan yang membuat film Happy Death Day, Get Out, dan Split serta disutradarai oleh pembuat film Kick-Ass 2 dan Cry Wolf. Sebagai film horor atau thriller anak muda, kesan horor atau mencekamnya tidak terlalu terasa. Ceritanya pun terbilang datar dan mudah ditebak. Secara umum, film ini memang untuk konsumsi mereka yang tidak suka memutar otak terlalu keras. Cukup dinikmati saja.

Sebagai tontonan, Truth or Dare cukup menarik dan menyenangkan. Tapi, jangan berharap terlalu banyak. Jika ingin mencari tontonan ringan bersama teman-teman sepermainan, bolehlah film ini dipilih. [ACA]

Sutradara: Jeff Wadlow
Skenario: Michael Reisz
Pemain: Lucy Hale, Tyler Posey, Violett Beane, Hayden Szeto, Sophia Ali, Nolan Gerard Funk
Rilisan: America Serikat
Tayang Perdana: 20 April 2018

Foto Dok. Universal Pictures.

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 9 Mei 2018.

Tags: , ,


About the Author



Leave a Reply

Back to Top ↑