Finansial

Published on February 19th, 2019 | by Benedictus Yurivito

0

Mengenali Jenis-Jenis Kejahatan Perbankan

Kecanggihan teknologi memang telah membantu mempercepat dan memudahkan transaksi keuangan. Sayangnya, kecanggihan ini juga melahirkan berbagai kejahatan perbankan dengan menggunakan teknologi terbaru juga.

Saat ini, kejahatan perbankan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Berbagai medium pun bisa digunakan, sebut saja kejahatan melalui internet, telepon, hingga short message services (sms). Apa saja jenis kejahatan perbankan itu dan bagaimana cara menghindarinya? Mari kita simak.

Penipuan melalui telepon

Iming-iming mendapatkan hadiah atau ketertarikan terhadap barang yang diiklankan menjadi modus yang sering dilakukan. Penjahat akan memandu Anda ke ATM dan mengikuti instruksi. Untuk menghindarinya, cek dulu identitas penelepon. Segera tutup telepon dan lakukan pengecekan atas informasi yang diterima. Segera tutup telepon apabila Anda hendak dipandu menuju ATM.

Penipuan melalui e-mail

Ada kalanya Anda menerima e-mail yang seolah-olah berasal dari bank. Jangan mudah percaya. Anda patut curiga jika diminta untuk memasukkan nomor rekening dan nomor PIN. Beberapa cara lainnya menggunakan teknik phising, yaitu situs web yang dituju seakan asli padahal palsu. Untuk menghindarinya, jangan pernah membalas e-mail tersebut apalagi memasukkan data rekening dan PIN. Jika Anda penasaran, segera telepon bank tersebut dan tanyakan mengenai e-mail tersebut.

Penawaran investasi

Dalam modus ini, suatu perusahaan menawarkan investasi dengan janji memberikan imbal hasil tinggi. Jangan pernah percaya dengan mudah. Selidiki dulu perusahaan pemberi investasi tersebut. Kalau perlu, datangi langsung dan segera tanyakan secara lebih jelas. Cari tahu juga apakah diri Anda terlindung secara hukum. Ingat, segala hal dengan imbal hasil tinggi pasti dibarengi dengan risiko yang tinggi pula.

Pemalsuan nomor telepon “call center”

Dalam modus ini, pelaku kejahatan membuat seolah-olah mesin ATM bank Anda rusak dan kartu tertelan. Anda segera diarahkan untuk menghubungi nomor call center palsu yang ada di sekitar mesin ATM. Nah, di saat itu Anda segera diminta untuk menyebut nomor PIN dan kartu pengganti akan segera dikirimkan. Agar terhindar, selalu catat nomor telepon call center 24 jam bank Anda menjadi nasabah. Jangan pernah memberikan nomor PIN kepada siapa pun karena pihak bank tidak akan pernah memintanya.

Foto: Shutterstock.com

Tags: , ,


About the Author



Leave a Reply

Back to Top ↑