Layar Perak review film lady bird

Published on March 7th, 2018 | by Kompas Klasika

Lady Bird (2018): Dinamika Hubungan Ibu dan Anak

Hubungan ibu dan anak perempuannya akan memanas menjelang si anak tumbuh dari remaja ke dewasa. Film ini menggambarkannya dengan sederhana, tetapi sangat bermakna.

Tak ada yang menyanggah bahwa masa remaja adalah masa tersulit semua orang. Banyak hal baru yang dialami, banyak keinginan baru muncul, rasa ingin tahu akan dunia semakin besar, tetapi seorang anak belum memiliki hak utuh atas dirinya karena masih berada di bawah pengawasan orangtua. Hal itu membuat hubungan anak-orangtua sering mengalami gesekan.

Anak ingin “mencicipi” dunia, sementara orangtua masih merasa bertanggung jawab menjaga anaknya agar tak salah memilih jalan hidup. Lady Bird menjadi salah satu film yang mengangkat topik tersebut, menjabarkan hubungan love-hate antara orangtua dan anak. Lady Bird merupakan nama kecil yang diciptakan Christine McPherson (Saoirse Ronan) karena dia tidak begitu menyukai nama aslinya. Dia harus menerima kenyataan bahwa orangtuanya harus pindah ke Sacramento, California, dan bersekolah di sekolah Katolik, satu-satunya sekolah yang bisa dijangkau orangtuanya.

Foto – foto : dokumen Universal Pictures.

Lady Bird sering terlibat adu mulut dengan ibunya perihal banyak hal, mulai dari memilih sekolah, kondisi keuangan keluarga sampai cara ibunya yang sering meremehkannya. Ibu Lady Bird, Marion (Laurie Metcalf) adalah sosok ibu yang konservatif, yang membuatnya sering tak cocok dengan anaknya yang lebih nyeleneh dan selalu ingin mencoba hal baru.

Di sekolah, Lady Bird mengalami banyak hal, mulai dari berpacaran dengan pria bernama Danny (Lucas Hedges) yang ternyata seorang gay, melepaskan keperawanannya kepada seorang pembohong bernama Kyle (Timothee Chalamet), melakukan hal anarkis bersama Jenna (Odeya Rush) agar bisa menjadi teman dekat remaja populer tersebut, sampai berbohong kepada Jenna tentang kelas sosialnya. Hidupnya semakin kompleks ketika dia mengetahui bahwa ayahnya kehilangan pekerjaan dan telah berjuang melawan depresi selama bertahun-tahun.

Plot dengan pesan bermakna

Banyak orang memuji film ini. Bahkan, film ini mendapatkan nominasi dari berbagai ajang penghargaan, termasuk lima nominasi dari Academy Awards dan masuk ke dalam 10 film terbaik 2017 versi Time.

Secara kasatmata, film ini terlihat seperti film drama dengan sentuhan humor tipis yang menyegarkan. Namun, bagi banyak orang, film ini ternyata spesial karena menggambarkan secara nyata kehidupan mereka saat remaja. Konflik-konflik yang terjadi, permasalahan yang muncul, dan hubungan ibu-anak yang tak selalu akur menjadi kekuatan film ini. Ronan dan Metcalf tampil sangat prima dengan akting yang sangat natural.

Menariknya, film ini termasuk film festival yang sangat ringan. Tak perlu mengerutkan kening untuk bisa memahaminya. Duduk dan nikmatilah plot yang mengalir begitu saja tanpa kerumitan berarti. Saat menyelami film ini, barulah Anda akan merasakan banyak kesamaan dengan karakter Lady Bird atau ibunya, dengan argumen masing-masing, merasa yang paling benar dan menginginkan yang paling baik untuk dirinya (dan orang lain). [DLN]

Tayang perdana :
Februari 2018

Rilisan :
Amerika

Sutradara :
Greta Gerwig

Skenario :
Greta Gerwig

Pemain :
Saoirse Ronan, Laurie Metcalf, Tracy Hedges, Timothee Chalamet, Beanie Feldstein, Stephen McKinley Henderson, Lois Smith

Tayang Perdana :
Februari 2018

Rilisan :
Amerika

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 7 Maret 2018

Lady Bird (2018): Dinamika Hubungan Ibu dan Anak Kompas Klasika

Summary:


User Rating: 0 (0 votes)

Tags: ,


About the Author



Back to Top ↑