Artikel sepeda motor

Published on November 8th, 2018 | by Kompas Klasika

0

Kontribusi Industri Sepeda Motor terhadap Perekonomian Indonesia

Menyandang peringkat ketiga pada pasar sepeda motor dunia, industri kendaraan bermotor roda dua Tanah Air diharapkan mampu berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Produksi untuk ekspor pun menjadi target utama pemerintah agar industri ini dapat berbuat banyak bagi kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka pameran sepeda motor Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (30/10/2018).

“Indonesia sebagai basis produksi sepeda motor sekaligus pasar nomor tiga di dunia setelah China dan India, tentunya pasar di Indonesia juga mengalami pertumbuhan setiap tahun. Pertumbuhan yang dialami cukup baik dan apabila hingga September 2018 ini ekspor sudah mencapai 450.000 unit, diharapkan target produksi untuk ekspor sebesar 10 persen hingga akhir tahun dapat dicapai.”

Foto-foto: Iklan Kompas/Adi Yuwono

Menurut data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), pada Januari–September 2017, Indonesia telah mengekspor 309.325 unit sepeda motor ke berbagai negara. Tahun ini, pada periode yang sama, pencapaian tersebut meningkat 42 persen atau naik menjadi 438.530 unit.

Sementara itu, untuk pasar domestik, sebanyak 4,7 juta unit sepeda motor telah terjual selama Januari–September tahun ini. Dibandingkan tahun lalu, jumlah penjualan tersebut meningkat sekitar
9 persen.

Selain target produksi, Airlangga berharap agar industri kendaraan roda dua juga dapat membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan keterampilan masyarakat. “Kami mendorong agar ke depannya industri ini ikut serta dalam kegiatan pelatihan bengkel untuk keterampilan masyarakat sehingga manfaatnya bisa semakin dirasakan masyarakat. Upaya ini juga bisa mendorong terciptanya usaha-usaha perbengkelan untuk perawatan sepeda motor. Akan lebih baik lagi apabila ada program pelatihan bengkel di desa-desa karena hal ini mencerminkan industri 4.0.”

Terkait kendaraan ramah lingkungan, pemerintah dan pelaku industri kendaraan bermotor, termasuk roda dua, juga tengah fokus terhadap program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). “Salah satu dari komitmen Indonesia adalah mengurangi emisi. Dari Kemenperin, salah satunya dengan menciptakan motor listrik. Hal ini sedang kami pelajari, begitu pula dengan ekosistem dan basis modelnya seperti apa,” ujar Airlangga.

Kemenperin bekerja sama dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NADO) dari Jepang untuk melakukan studi melihat kesiapan kendaraan berbasis elektrik. Selain produk, energi utama pada kendaraan tersebut harus terus berkelanjutan secara lingkungan.

Penggunaan sepeda motor listrik di Taiwan menjadi salah satu yang patut dicontoh. Airlangga memaparkan bahwa baterai pada kendaraan bermotor di negara tersebut dapat ditukar-tukar. Misalnya, baterai yang telah habis tidak harus langsung diisi tetapi bisa ditukar dengan baterai yang telah terisi penuh. Dengan demikian, proses pengisian baterai dapat lebih maksimal.

Optimistis

Sementara itu, Ketua Umum AISI Johannes Loman optimistis, tahun ini penjualan sepeda motor domestik dapat menyentuh angka 6,2–6,3 juta unit. “Tren positif ini akan memperbesar kontribusi industri sepeda motor bagi pertumbuhan ekonomi negara, baik melalui penciptaan jutaan tenaga kerja maupun pajak yang kami berikan.”

Johannes juga mendorong para produsen agar terus berinovasi mengembangkan teknologi sepeda motor guna menjawab kebutuhan masyarakat. Ini dapat dilihat dengan hadirnya sepeda motor terbaru dengan fitur-fitur mutakhir yang kian memanjakan pengendara. Sepeda motor yang masih dalam bentuk purwarupa pun menjadi cerminan bahwa produsen tak pernah berhenti menciptakan inovasi-inovasi untuk mengiringi pertumbuhan kendaraan roda dua.

IMOS 2018 yang digelar pada 31 Oktober–4 November 2018 telah diikuti oleh sejumlah merek sepeda motor, baik yang tercatat sebagai anggota AISI, seperti Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki, maupun merek lainnya seperti KTM, Royal Enfield, Peugeot Motocycles, SYM, SM Sport, Nozomi, Vespa, dan Piaggio.

Selain produsen sepeda motor, produk pendukung otomotif juga turut hadir menyemarakkan pameran bertajuk “Indonesia Future Technology” tersebut, mulai dari suku cadang, pelumas, pakaian dan perlengkapan berkendara, hingga lembaga pembiayaan kendaraan.

Pameran yang digelar di atas area seluas 10.500 meter persegi tersebut mendapat sambutan hangat masyarakat Ibu Kota dan sekitarnya. Selain membeli atau sekadar melihat-lihat sepeda motor terbaru, pengunjung bisa mengetahui perkembangan teknologi roda dua dengan hadirnya sosok sepeda motor konsep. [BYU]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 6 November 2018.

Kontribusi Industri Sepeda Motor terhadap Perekonomian Indonesia Kompas Klasika

Summary:


User Rating: 0 (0 votes)

Tags: ,


About the Author



Leave a Reply

Back to Top ↑