Layar Perak jurrasic world

Published on June 27th, 2018 | by Kompas Klasika

Jurassic World (2018): Sekuel yang Kurang Greget

Isla Nubar, habitat para dinosaurus hasil kloning, terancam hancur akibat sebuah gunung berapi yang siap memuntahkan lavanya. Tiga tahun setelah peristiwa di Isla Nubar, saat Indominux Rex memorak-porandakan taman tersebut, pulau tersebut ditinggalkan begitu saja.

Pulau tersebut, yang memiliki gunung berapi, berada di ambang kehancuran jika gunung tersebut benar-benar meletus. Claire (Bryce Dallas Howard) membentuk sebuah tim untuk menyelamatkan dinousaurus yang ada di sana.

Claire mendapat dukungan dari Benjamin Lockwood (James Cromwell), melalui kaki tangannya, Eli Mills (Rafe Spall) untuk melakukan misi penyelamatan dan memindahkan spesies terpilih ke sebuah pulau baru. Benjamin meminta Claire untuk mengajak Owen Gardy (Chris Pratt) untuk memudahkan mereka menangkap Blue, velociraptor yang pernah dilatih Owen.

Foto – foto : dokumen Universal Pictures.

Awalnya, Owen tidak menyukai ide tersebut, tetapi kemudian berubah pikiran dan menyetujui ajakan Claire. Namun, setelah sampai di Isla Nubar, mereka tak memerlukan waktu lama untuk mengetahui bahwa rencana tersebut merupakan sebuah konspirasi besar. Eli berencana membawa para dinosaurus ke kota dan menjualnya dengan harga tinggi.

Owen dan Claire pun menyadari bahwa Eli memerlukan DNA Blue untuk menciptakan spesies baru yang lebih pintar untuk dijual sebagai senjata militer. Mereka pun berusaha menghentikan rencana tersebut dan menyelamatkan dinosaurus yang tersisa dari eksploitasi kejam.

Plot dipaksakan

Jurassic Park (1990) telah menjadi film yang memorable, membekas di setiap benak orang yang menyaksikannya. Begitu membekasnya Jurassic Park di benak penonton, Jurassic World (2015), yang membawa taman dinosaurus ke level yang belum pernah dibayangkan sebelumnya, mendapatkan apresiasi yang sama.

Kesuksesan itu berusaha diulang melalui Fallen Kingdom, yang sayangnya kehilangan banyak hal yang membuat film ini tak se-memorable sekuel-sekuel sebelumnya. Pengembangan DNA indominus Rex seakan menjadi ide brilian untuk menciptakan sebuah spesies yang lebih unik dan ganas, tetapi sayangnya penggambaran itu tak begitu terasa.

 

Begitu pula keberadaan velociraptor bernama Blue yang awalnya digadang-gadang sebagai kunci untuk modifikasi gen spesies berikutnya, tetapi perannya tak berbeda saat di film Jurassic World, tidak ada pengembangan berarti.

Sutradara JA Bayona tak berhasil menyajikan sesuatu yang baru, yang bisa membuat penonton excited kembali menyaksikan hewan-hewan primitif tersebut wara-wiri di layar lebar. Yang ada, perasaan bahwa plot Fallen Kingdom terlalu dipaksakan, begitu pula dengan konflik-konfliknya. Kisah cinta Claire dan Owen yang diharapkan bisa menjadi bumbu film ini justru terasa hambar tanpa chemistry.

Hanya satu adegan yang mungkin akan membekas di benak penonton karena menimbulkan perasaan haru, yaitu saat tim penyelamat meninggalkan Isla Nubar dan hanya bisa menyaksikan pulau beserta isinya hancur; meninggalkan seekor brachiosaurus berdiri mematung di dermaga, memandang ke arah kapal yang menjauh, sebelum akhirnya seluruh pulau diselimuti asap tebal. [DLN]

Tayang perdana :
Juni 2018

Rilisan :
Amerika

Sutradara :
JA Bayona

Skenario :
Colin Trevorrow, Derek Connolly

Pemain :
Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Rafe Spall, Justice Smith, Daniella Pineda, James Cromwell, Toby Jones, Ted Levine, BD Wong, Isabella Sermon, Geraldine Chaplin, Jeff Goldblum

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 27 Juni 2018

Jurassic World (2018): Sekuel yang Kurang Greget Kompas Klasika

Summary:


User Rating: 0 (0 votes)

Tags: , , ,


About the Author



Back to Top ↑