Wisata kuliner korea

Published on February 22nd, 2018 | by Kompas Klasika

Jelajah Rasa di Jalanan Seoul, Korea

Sudah lebih dari pukul 10 malam. Bukannya semakin lengang, jalan-jalan di area Myeongdong, Seoul, Korea, justru kian semarak. Kedai-kedai makanan pun makin disesaki pengunjung. Mungkin karena udara cukup dingin, sekitar 18–20 derajat pada musim gugur itu. Makanan hangat akan membuat tubuh terasa lebih enak. Ingin turut mencicipi camilan ala Korea, sekelompok orang dari Jakarta masuk ke salah satu kedai.

“Favoritku tteokbokki,” ujar Livia, salah satu dari rombongan itu. Ia pun langsung memesan seporsi. Tteokbokki terbuat dari kue beras kenyal dimasak bersama saus gochujang, hasil fermentasi kedelai dan cabai merah.

Mulanya, kudapan ini hanya boleh dimakan keluarga kerajaan, tetapi kini setiap orang bisa menyantapnya kapan saja. Di Jakarta pun, cukup mudah mendapatkan makanan ini. Namun, mengunyahnya di tengah musim gugur Korea tentu akan terasa jauh lebih nikmat.

Di kedai yang sama, sekelompok orang yang lain memilih menjadikan twigim sebagai santapan mereka malam itu. Bisa dibilang ini tempura atau gorengan gaya Korea. Variasinya banyak sekali. Kita bisa memilih ubi jalar kuning, udang, tepung yang digoreng dengan sayuran, atau tepung dengan cumi-cumi.

Kudapan-kudapan ini pun bisa dimakan dengan dicocol ke saus tteokbokki. Rasanya “lebih Korea” ketimbang menyantapnya langsung tanpa saus. Sedikit tips, jika Anda ingin menambahkan saus pada gorengan Anda, Anda bisa mengatakan “mucheo juseyo”. Tidak banyak orang Korea yang bisa berbahasa Inggris.

Ingin merasakan pancake atau kue dadar ala Korea? Cobalah pajeon. Versi originalnya dibuat dengan campuran daun bawang dan bawang bombay. Jika ingin rasanya sedikit lebih kaya, haemul pajeon layak dicicipi. Kue dadar ini dilengkapi irisan cumi-cumi atau udang. Ada pula nokdu bindaetteok, kue dadar tebal yang terbuat dari adonan kacang hijau.

Makanan yang hangat dan berkuah sangat pas disantap malam hari. Anda bisa memilih odeng, fishcake yang kenyal, lembut, dan gurih. Kuah supnya bisa diminum terpisah. Kerap, orang Korea meminumnya di dalam gelas kecil meski tidak memesan odeng.

Korea menyajikan banyak pilihan untuk para pencinta kuliner. Jelajah rasa di tempat ini akan memberikan indera pencecap Anda pengalaman baru, bahkan kejutan yang menarik. [NOV]

Foto : Iklan Kompas/Fellycia Novka Kuaranita.

Jelajah Rasa di Jalanan Seoul, Korea Kompas Klasika

Summary:


User Rating: 0 (0 votes)

Tags: , ,


About the Author



Back to Top ↑