Layar Perak Dear Nathan

Published on November 6th, 2018 | by Kompas Klasika

0

Dear Nathan Hello Salma (2018): Kisah Cinta yang Tidak Cengeng

Nathan tak lagi menjadi anak bengal yang suka melawan orangtua. Namun, kini, dia harus sekali lagi membuktikan bahwa dirinya lebih baik dari sangkaan orang.

Kisah cinta Nathan dan Salma terasa manis, tetapi tidak murahan. Pada film pertama, dikisahkan perjuangan Nathan menyakinkan Salma akan perasaannya. Pergumulannya melewati masa-masa sulit dan hubungannya dengan ayahnya yang tidak harmonis membuatnya menjadi anak yang keras dan pemberontak. Namun, kisah berakhir manis. Semua karakter mendapatkan penutup yang semestinya.

Pada film kedua Dear Nathan Hello Salma, penonton disuguhi kisah yang fresh. Tak keluar dari kisah cinta remaja SMA, tetapi dikemas dengan konflik-konflik yang cukup berbobot. Kali ini, Nathan (Jefri Nichol) dan Salma (Amanda Rawles) kembali diuji. Nathan, dengan karakternya yang keras dan temperamental, kembali terlihat pertikaian dengan teman sekolahnya. Pertikaian ini dipicu oleh ejekan seorang teman Nathan yang menjelek-jelekkan Salma. Tidak terima, Nathan menantang temannya untuk duel.

Foto-foto dokumen Rapi Films

Mereka dibawa ke ruang kepala sekolah. Nathan, merasa membela sesuatu yang benar, menolak untuk minta maaf. Konsekuensinya, dia dikeluarkan dari sekolah. Salma, mendengar hal itu, merasa Nathan ternyata tidak pernah berubah dan selalu mencari perkara. Dalam kekesalan, Salma memutuskan putus dengan Nathan. Beberapa kali Nathan berusaha memperbaiki hubungan mereka, tetapi justru bertemu dengan ayah Salma (Gito Gilas) yang tidak menyukai Nathan dan memintanya menjauhi Salma.

Nathan pindah sekolah dengan hati kalut. Di sekolah baru, dia bertemu Rebecca (Susan Sameh), remaja broken yang sempat berusaha bunuh diri. Nathan merasa iba dan berusaha mencegah niat Rebecca. Rasa empati yang besar membuat Nathan berusaha mendekati Rebecca agar dia tidak merasa sendiri.

Nathan dan Rebecca semakin dekat. Perlahan Rebecca bisa kembali menjadi dirinya sendiri. Dia pun membuat sebuah komunitas yang mengundang siapa saja yang berbeban berat untuk datang dan menceritakan keluh kesah mereka.

Salma, yang masih belum bisa melupakan Nathan, harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya semakin otoriter. Tidak hanya menjodohkannya dengan Ridho (Devano Danendra), ayahnya juga memaksa Salma untuk mengambil jurusan kedokteran, padahal Salma ingin mengambil jurusan sastra. Salma pun mendatangi rumah Rebecca untuk menumpahkan kesedihannya.

Nathan dan Salma kembali bertemu di acara Rebecca. Keduanya kembali dekat dan masih sama-sama menyimpan perasaan. Namun, mereka sama-sama tahu, kali ini cobaan mereka lebih berat.

Takaran Manis yang pas

Menyaksikan film remaja, bagi beberapa orang dewasa, terkadang memberikan pengalaman yang kurang menyenangkan. Pada umumnya, kisah remaja dikemas dengan pola yang sangat mudah ditebak, dengan kisah yang dibuat terlalu berlebihan dan closure yang tidak berakhir dengan greget. Namun, melihat kesuksesan Dear Nathan yang saat itu berhasil menarik sekitar 750.000 penonton, bisa dipastikan kisah ini menawarkan hal lain.

Dear Nathan diangkat dari novel berjudul sama karya Erisca Febriani. Film adaptasinya mendapatkan respons yang sangat positif sehingga diputuskanlah untuk dibuatkan sekuelnya.

Dear Nathan Hello Salma masih menghadirkan karakter-karakter penting yang ada di film pertama, seperti Nathan, Salma, dan ayah Nathan yang diperankan oleh Surya Saputra.

Hal yang menarik, di film ini, penonton bisa melihat seorang Nathan berkembang menjadi pria yang lebih matang dan memiliki hubungan yang rukun dengan ayahnya. Bahkan, ayah Nathan mendapatkan porsi yang cukup besar dalam membantu anaknya melewati masa-masa sulit.

Karakter Nathan masih sama, walau porsi kenakalannya diturunkan drastis. Nathan telah tumbuh menjadi anak dengan kepribadian lebih dewasa dan sangat menyayangi keluarganya.

Keromantisan Nathan yang dipuja-puja remaja di luar sana masih tetap ada, membuatnya menjadi karakter yang spesial dengan kepribadian yang unik. Celetukan-celetukan gombalnya sangat khas, tapi terasa berkelas dan mengena.

Karakter Salma tetap digambarkan sebagai anak penurut dan sedikit pendiam. Salma mendapatkan porsi cukup besar. Tidak hanya tentang kisahnya dengan Nathan, tetapi tentang hubungannya dengan orangtuanya.

Salma, seperti remaja lainnya, melewati masa-masa di mana dia ingin mempertahankan kebenaran dan sudah memiliki sebuah keinginan untuk dirinya, tetapi tidak berani mengungkapkannya kepada orangtua. Hubungan Salma dengan ayahnya dikisahkan dengan cukup menyentuh, ketika dua orang yang berasal dari generasi berbeda terlibat konflik hanya karena kurangnya komunikasi di antara keduanya.

Konflik-konflik yang disuguhkan dalam film ini membuat penonton, muda maupun dewasa, sedikit-banyak merasa tersentil. Khususnya, saat semua orang melewati masa-masa remaja yang begitu sulit, yang membuat mereka sering berpikir kalau tidak ada satu orang pun yang mengerti perasaan mereka.

Tak hanya untuk remaja, film ini sangat disarankan ditonton bersama keluarga yang memiliki anak remaja. Untuk menyelami dunia remaja, memahami pikiran remaja, dan memperlakukan mereka sesuai kodrat mereka.

Dear Nathan Hello Salma bukan hanya film tentang asmara dua remaja. Ini merupakan film keluarga yang bisa diambil banyak hal darinya. Film ini menyuguhkan adegan tiap adegan dengan porsi yang sesuai, jauh dari kesan cheesy dan murahan. [DLN]

Tayang perdana:
25 Oktober 2018

Rilisan:
Indonesia

Sutradara:
Indra Gunawan

Skenario:
Bagus Bramanti

Pemain:
Jefri Nichol, Amanda Rawles, Devado Danendra, Susan Sameh, Gito Gilas, Karina Suwandi, Surya Saputra, Diandra Agatha

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 3 November 2018.

Dear Nathan Hello Salma (2018): Kisah Cinta yang Tidak Cengeng Kompas Klasika

Summary:


User Rating: 0 (0 votes)

Tags: ,


About the Author



Leave a Reply

Back to Top ↑