Wisata tampak depan museum rumah sherlock holmes

Published on July 12th, 2017 | by Kompas Klasika

Dari Rumah Hobbit hingga ke Rumah Sherlock Holmes

Menggaet minat wisatawan tidak melulu dengan mengandalkan obyek wisata yang elok dan sedap dipandang. Hal lain seperti kuliner dan film pun punya daya tarik yang cukup besar untuk menggerakkan sektor pariwisata.

Mau bukti? Tengok Korea Selatan yang sejak beberapa tahun lalu menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia. Korean wave atau hallyu, istilah yang mengacu pada fenomena budaya populer Korea yang “menginvasi” Asia, juga menerpa Indonesia. Salah satu bentuknya adalah kegandrungan pada film drama Korea.

Masih ingat Winter Sonata, drama Korea yang begitu kondang di banyak negara Asia? Kalau Anda penggemar film tersebut, tentu tak asing dengan Pulau Nami. Di sinilah tempat pengambilan gambar untuk sinetron Winter Sonata.

Nama Nami berasal dari Jenderal Nami, salah satu sosok pahlawan muda Korea. Tempat ini menawarkan pemandangan menarik, apalagi waktu musim dingin, Anda dapat menikmati pemandangan indah Nami.

Tidak mengherankan dengan pesona tersebut, turis lokal dan mancanegara kerap datang untuk melihat secara langsung keindahan yang ditampilkan dalam sinetron tayangan stasiun televisi KBS tersebut. Di tempat ini pula pelancong dapat menikmati salah satu makanan yang paling terkenal di Nami, yaitu chicken barbeque.

Selandia Baru

Seperti halnya Korea Selatan, Selandia Baru pun mempromosikan berbagai wisata melalui film. Coba tengok, lokasi wisata untuk film trilogi The Lord of the Rings kini banyak disambangi.

Negeri Kiwi ini memiliki dua pulau utama, yaitu Pulau Utara dan Pulau Selatan. Masing-masing memiliki karakter yang berbeda. Pulau Utara merupakan rangkaian gunung berapi aktif dan memiliki iklim subtropis, sementara Pulau Selatan berdiri di atas Lempeng Pasifik dengan deretan gunung bertudung salju.

Dengan bentang alam seperti itulah The Hobbit dan The Lord of The Rings mengambil tempat. Misalnya di Queenstown, Glenorchy, dan Fiordland di Pulau Selatan. Sementara di Pulau Utara, film tersebut menggunakan lokasi di studio film di Wellington, dan tentu saja Hobbiton di Matamata.

Destinasi kaliber dunia yang lain adalah Hongkong, yang sudah sejak lama pesonanya menarik minat banyak warga di dunia untuk berkunjung. Apalagi ketika dikembalikan oleh Inggris ke Republik Rakyat Tiongkok pada 1 Juli 1997, kota ini semakin bersolek dan mengembangkan diri pada berbagai bidang seperti perdagangan, keuangan, serta tentunya hiburan dan pariwisata.

Salah satu destinasi ikonis di Hongkong adalah Disneyland, tempat wisata yang tidak hanya menjadi ikon bagi Hongkong, tetapi juga bagi Asia. Tak perlu jauh-jauh pergi ke Anaheim, California, Amerika Serikat, untuk mewujudkan mimpi bermain bersama tokoh Disney yang melegenda. Cukup datang ke taman hiburan seluas 126 hektare yang dibuka untuk umum pada 12 September 2005. Pengunjung bisa membuat mimpi tersebut menjadi nyata.

Meski tak seluas yang ada di Negeri Paman Sam, petualangan di Hongkong Disneyland tentu akan memberi pengalaman unik.

Keunikan seperti juga yang bisa dijumpai di London yang identik dengan Istana Buckingham dan Big Ben. Di kota ini saja kita bisa menikmati bermacam obyek wisata seperti taman dan bangunan tua yang terawat dengan baik.

Sementara bagi pencinta kisah Harry Potter, bisa berkunjung ke Stasiun Kereta Api King’s Cross. Di sini ada peron 9 ¾ yang dalam buku atau film Harry Potter menjadi gerbang menuju peron khusus untuk penumpang kereta ke sekolah sihir di Hogwarts. Atau bagi yang suka dengan kisah detektif, boleh jadi tak akan melewatkan lawatan ke Baker Street Nomor 221 B, di sanalah Sherlock Holmes yang adalah detektif fiktif karya Sir Arthur Conan Doyle tinggal. [ASP]

Foto dokumen Shutterstock.

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 24 Maret 2016

Dari Rumah Hobbit hingga ke Rumah Sherlock Holmes Kompas Klasika

Summary:


User Rating: 0 (0 votes)

Tags: , , ,


About the Author



Back to Top ↑