Pandemi Covid-19 menjadi penyebab kekalutan penyelenggara bisnis di industri pariwisata dan perhotelan. Berbagai protokol yang membatasi orang untuk bepergian dan kewajiban menerapkan social distancing menghambat roda bisnis perhotelan. Sejak Februari 2020, angka okupansi hunian hotel terus merosot hingga 40 persen. Ribuan hotel di seluruh Indonesia akhirnya terpaksa memilih menutup bisnisnya untuk sementara, tak sedikit pula yang permanen.

Perlahan angin segar memang mulai berhembus bagi pelaku bisnis perhotelan. Kondisi normal yang baru membuka peluang bagi sektor pariwisata dan perhotelan untuk kembali beraktivitas dengan segala protokol kesehatan. Proses bangkit kembali memang bukan hal mudah. Tidak hanya pelaku bisnis yang dilanda kecemasan, tetapi juga para calon tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan pariwisata dan perhotelan. Peluang karier mereka juga dipertaruhkan dalam situasi sekarang ini.

Keresahan tersebut kemudian dibahas oleh praktisi serta akademisi di bidang perhotelan dalam webinar Kognisi belum lama ini bertajuk “Bagaimana Peluang Karier di Industri Perhotelan Era New Normal?” Webinar ini menghadirkan L Sudarsana, General Manager of Business Development & Marketing Communication Department Santika Indonesia Hotels & Resorts sebagai pembicara utama, juga dimoderasi oleh Adestya Ayu Armielia, Deputy Head Program Studi Perhotelan Universitas Multimedia Nusantara. Webinar disambut antusias hampir 100 peserta yang terdiri atas masyarakat umum, mahasiswa, dan karyawan Kompas Gramedia sendiri.

Strategi Hotel Santika Indonesia hadapi “new normal

Industri pariwisata dan hotel memang mendapat tamparan keras semasa pandemi. Akan tetapi, pada masa tatanan hidup baru, industri ini juga yang nantinya akan segera meroket. Obyek wisata dan hotel lokal tentu menjadi pilihan utama masyarakat untuk berekreasi dan melepas jenuh semasa karantina. Oleh karena itu, perlu persiapan matang dari pebisnis wisata dan hotel untuk kembali beroperasi. Sebuah norma baru.

Melalui video singkat kampanye tatanan hidup baru, Hotel Santika menunjukkan bahwa mereka sudah siap untuk kembali dengan strategi pelayanan yang baru. Diawali dengan penyelenggaraan protokol kesehatan yang ketat dan berlaku bagi seluruh karyawan, begitu pula dengan tamu hotel. Strategi anggaran perusahaan juga diatur sedemikian rupa agar arus kas tetap berjalan seimbang. Misalnya dengan menerapkan sistem operasional terbatas, yang artinya hotel menyediakan pelayanan kamar yang juga dibatasi hingga keadaan betul-betul dapat dikatakan normal.

Tidak hanya siap dari segi pelayanan dan anggaran, perusahaan juga siap secara digital dengan menghadirkan sistem pemesanan kamar melalui aplikasi demi kenyamanan pelanggan. Untuk menarik pengunjung, mereka juga memberikan kupon diskon melalui aplikasi MyValue dan MySantika. Sudarsana menyatakan bahwa 90 persen grup Hotel Santika telah siap kembali beroperasi pada Juli 2020. Dirinya menambahkan, perusahaan tidak punya keinginan yang muluk untuk memperoleh keuntungan besar, bertahan adalah hal utama yang harus terlebih dahulu dicapai.

“Saat ini, kita harus bisa bersikap positif dulu, baru kemudian bersiasat agar cashflow tetap berjalan. Penggunaan aplikasi ini salah satu siasat kreatif yang efektif juga,” ucap Sudarsana.

Pandemi sebagai ajang inovasi karier perhotelan

Adestya menyampaikan, saat ini, mahasiswa perhotelan sangat khawatir akan karier mereka ketika lulus. Mereka yang sedang magang juga terpaksa dipulangkan karena terjadinya PHK dan penutupan hotel. Ia menyebutkan hal ini sangat merugikan mahasiswa perhotelan yang tidak memiliki unique selling point dan tidak bisa beradaptasi dengan tatanan hidup baru perkuliahan praktik juga terhambat sehingga mengancam kompetensi lulusan yang tidak sesuai ekspektasi. Menanggapi permasalahan ini, Sudarsana menyebutkan bahwa kreativitas dan inovasi sangatlah dibutuhkan untuk menghadapinya. Baginya, kondisi ini justru memberikan pengalaman yang luar biasa bagi mahasiswa untuk lebih mengembangkan ide dan kreativitas agar memiliki nilai jual lebih.

“Mereka yang kemudian berhasil berinovasi, misalnya dengan membuat sesuatu dan mencoba menjualnya, maka secara knowledge mereka malah lebih maju. Pada saatnya hotel kembali normal, mereka akan punya nilai jual karena ada skill dan punya sesuatu yang dihasilkan,” tambahnya.

Selalu ada kesempatan menggali potensi dari rumah. Sudarsana mengatakan bahwa tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan, tetapi bersikaplah positif dan coba siasati apa yang harus dilakukan itu adalah modal utamanya. Gali keahlian komunikasi, cari mentor yang tepat, ikut webinar yang gratis atau berbayar, misalnya, hanya sebagian kecil contoh bagaimana Anda dapat mengasah ilmu secara eksponensial. Selebihnya, keterampilan yang linear dengan ilmu perkuliahan lain dapat dipelajari saat sudah terjun langsung ke dalam industrinya.

Kognisi adalah platform berbasis edukasi persembahan Kompas Gramedia yang dibangun pada Mei 2019. Kognisi secara periodik juga mengadakan webinar yang terbuka untuk publik. Informasi lebih lanjut mengenai webinar Kognisi selanjutnya bisa langsung mengunjungi akun Instagram @kognisikg dan situs learning.kompasgramedia.com (khusus karyawan Kompas Gramedia). Selamat belajar, Kogifriends! Stay safe and stay sane!

Penulis: Brigitta Valencia Bellion; Editor: Sulyana Andikko;

Leave a Response